Sunday, June 4, 2017

Saat Aku Jadi Busui

Salah satu momen paling membahagiakan adalah saat sang buah hati lahir ke dunia. Alhamdulillah anak #2 udah lahir di penghujung bulan Sya'ban kemarin. Dan sekarang turut meramaikan bulan Ramadhan bersama.

Seiring dengan suksesnya proses persalinan, datanglah masa menyusui. Ingat saat menyusui #1 dulu, terutama saat berjuang melawan mastitis. Yang belum tahu silahkan google. Aku termasuk yang lambat penanganan dan sampai harus dioperasi kecil untuk mengeluarkan asi yang udah berminggu-minggu tersumbat di salah satu payudara. Saat antibiotik dan banyak cara udah pernah dicoba namun gagal, akhirnya harus kembali ke meja operasi saat anak #1 masih berusia 2 bulanan. Selama sakit dan setelah itu, menyusui menjadi semakin sulit. Apalagi #1 ngga mau menyusu di payudara yg sakit. Akhirnya produksi ASI di satu payudara terhenti dan #1 hanya menyusu di payudara satunya sampai 2 tahun.

Menjelang masa menyusui anak #2, aku sudah bertekad untuk mencegah dan berdoa supaya mastitis tidak datang kembali dan menyusui dengan 2 payudara bisa lancar sampai 2 tahun. Aku udah seneng pas hari pertama anak #2 lahir, asi langsung mulai keluar dan bisa inisiasi dini dibantu suami atau tenaga kesehatan.

Tapi kegalauan mulai terjadi. Hari ketiga saat masih di rumah bersalin, payudara yg dulu kena mastitis bengkak lagi. Padahal baru menyusui 3 hari dan produksi asi belum banyak. Kenapa? Aku mulai browsing mencari sumber yang dapat dipercaya. Ternyata mastitis yang tidak sembuh sempurna dapat muncul lagi saat payudara disusukan kembali. Asumsiku, mungkin sumbatan yang bikin ASI tidak lancar masih tetap ada. Tidak akan hilang kecuali terhisap keluar.

Aku berusaha sesering mungkin menyusui dengan payudara yang bengkak. Ditambah antibiotik dari dokter, doa, dan dukungan suami untuk bisa lancar menyusui. Alhamdulillaah si baby pun pinter menyusu di payudara yang bengkak tersebut. Hingga hari ini, saat #2 berusia 10 hari, bengkak berangsur hilang dan menyusui berjalan lancar.

Jadi, bagi yang pernah mengalami mastitis akut juga seperti saya, operasi untuk mengeluarkan ASI yang tertahan bukanlah penyelesaian untuk menghilangkan sumbatan di saluran ASI-nya. Satu-satunya cara untuk sembuh adalah percaya bisa menyusui dan terus susui sang buah hati hingga jalan ASI lancar kembali.

Salam semangat menyusui.

#seputarmastitis #ibumenyusui

Thursday, October 13, 2016

Expecting #2

Ternyata waktu bisa terasa lama sekaligus singkat secara bersamaan. Lama ketika hari-hari sebagian besar dihabiskan di rumah saja bersama anak pertama, yang terasa seperti itu-itu-melulu. Singkat ketika menyadari anak pertama sudah dua tahun dan sudah tidak ng-ASI lagi.

And the good news is, yes, I'm expecting for the second time. Gimana rasanya? Very happy and very blessed. Pertama karena bisa start hamil ketika si sulung udah sukses disapih. Kedua, karena kehamilan kedua ini memang ditunggu-tunggu sejak sekitar 5 bulan yang lalu.

Flashback ke jaman pacaran dengan Pak Dep. Once upon a time kita emang pernah merencanakan bagaimana kelak kehidupan pasca menikah. Bagian pengen punya anak berapa dan kapan, aku waktu itu pengen 2 sebenernya, tapi Pak Dep pengen 3, dan akhirnya aku ngalah oke 3 maksimal. 25+ usia menikah dan aku berharap usia 26 anak pertama lahir (Alhamdulillaah it's granted!), dan sekitar 3 tahun kemudian saat aku usia 29 anak kedua lahir (I do want it happen now!). Sehingga beberapa hari yang lalu saat test pack menunjukkan dua garis merah, aku seneng banget! Alhamdulillaah, You Hear my words, My Lord!

I realize that words still can't show how happy I am. Ya Rabb Yang Maha Agung, Maha Mengetahui. Engkau tentu tahu bahwa aku dan suami akan dapat menjaga titipan-Mu yang kedua. Sehingga Engkau beri kepercayaan lagi kepadaku untuk hamil. Mudahkan dan lancarkan, Ya Rabb. Mudahkan proses kehamilan hingga melahirkan. Berikanlah kesehatan keselamatan kepadaku dan buah hatiku. Aamiin aamiin Ya Rabbal 'Alamiin..

Dari sini aku tahu, bahwa apa yang kita ucapkan bisa menjadi doa. Percakapan 3-4 tahun yang lalu, diucapkan via telepon, dan sebenarnya tidak terlalu aku ingat. Ternyata semua Dicatat oleh Sang Maha Pengingat.

Have a happy pregnancy! 😍