Friday, December 31, 2010

Among-Among

Just like what my parents did when I was a child..

Orang jawa biasa menggunakan among-among, makanan yang diantar ke rumah-rumah, berisi nasi, lauk, sayur beraneka ragam, sebagai bentuk rasa syukur. Dulu saat saya masih SD atau SMP, Ibuk kerap membuatkan among-among saat saya ulang tahun, atau naik kelas, atau waktu Bryan baru bisa berjalan, dan berbagai moment kebahagiaan lainnya.

Kali ini saya minta dibuatkan among-among lagi. Sekedar mengingat kembali, semangat seperti dulu saat mengantar makanan berbungkus daun pisang ke rumah para tetangga. Yah, walaupun bukan lagi berbungkus daun pisang, saya tetap menyebutnya among-among.


Ini dia, Dek Destin (7 tahun) yang bersikeras membantu menyusun makanan di dalam kotak.

Senang bisa membagi sedikit kebahagiaan kepada para tetangga sekitar..

Thursday, December 30, 2010

Buat SKCK

Saya sudah dinyatakan bebas dari segala catatan kepolisian terkait dengan tindak kejahatan pidana..

Yak, jadi hari Senin lalu dilanjutkan Rabu kemarin, saya membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Pertama yang saya lakukan adalah mengajukan permohonan pembuatan surat pengantar untuk membuat SKCK dari Kantor Kelurahan, lalu menggunakan surat pengantar dari kelurahan untuk membuat pengantar dari Kantor Kecamatan.

Dari kantor kecamatan, saya menuju kantor kepolisian sektor. Lagi, saya mendapatkan surat pengantar yang nantinya akan dibawa ke kantor kepolisian resort untuk dibuatkan SKCK yang sebenarnya.

Hari Rabu kemarin, baru saya melanjutkan pembuatan SKCK (terinterap oleh misi rahasia yang harus diselesaikan hari Selasa) ke Polres. Sebelum membuat SKCK, saya diminta membuat kartu sidik jari terlebih dahulu. Sekarang saya betul-betul tidak bisa diam-diam mengambil uang Ibu yang di lemari dapur, atau polisi dapat menemukan sidik jari saya menempel di kotak koko krunch dalam lemari dapur, haha.

Akhirnya saya harus menyerahkan kopi KTP, kartu keluarga, kartu sidik jari, pengantar dari polsek, pas foto dengan background warna merah 6 lembar, serta membayar uang sebesar 10ribu rupiah. Lalu, tarraaa... sekarang saya sudah secara resmi mendapatkan SKCK yang berlaku salama lima bulan.

Fiuh.

Tuesday, December 28, 2010

Koneksi Internet Baru

New internet connection in my home..

Cie cie ciee.. Kali ini speedy terpasang di rumah. Setelah mengeluarkan jurus rayuan pulau kelapa, Bapak akhirnya menyetujui pemasangan speedy. Mulai deh, hari ini Ibu dan Bapak belajar googling, yahoo mailing, yahoo messengering, dan jugaaa facebooking.

Ayo belajar lagi yang rajin ya Bu, Pak. Hihi..

Petani Ikan

I wish this is not my last time going home..

Mudik lagi, mudik lagi. Mungkin baru setahun lagi saya bisa mudik lagi. Memang sudah banyak yang tidak sama. Lingkungan sekitar yang sudah banyak berubah, temen-temen yang sebagian sudah berkeluarga, serta aktivitas di rumah yang sedikit berbeda.

Sebenarnya sudah lama Bapak menekuni hobi memelihara ikan. Dari dahulu kala, kandang ayam di belakang rumah saya berdampingan dengan kolam ikan. Waktu itu isinya ikan patin. Namun itu dulu..

Kali ini kandang ayam Bapak sudah berubah. Kolam-kolam ikan semakin banyak, patin berganti gurame..

Sudah hampir 3 tahun dari mulai merintis usaha gurame. Gurame yang dipelihara mulai dari tiga tahun lalu sudah menjelma menjadi gurame besar dengan berat mencapai dua kilogram. Gurame-gurame besar tersebut lalu dijadikan gurame induk. Dan hari ini, telur-telur gurame induk tersebut diangkat dari sabut kelapa yang dicelupkan ke dalam kolam.


Gambar di atas adalah ijuk kelapa yang disusun lalu dimasukkan ke dalam kolam berisi indukan gurame. Setelah sekitar dua bulan, waaaw saat diangkat, beeejibun telur gurame berwarna kuning cerah kayak transparan yang menempel di dalam ijuk. Telur ikan tersebut lalu dipisahkan dari ijuk, lalu dipilah-pilih antara telur yang bagus, dan tidak bagus.


Si Bryan muncul lagi di entri kali ini. Bersama partner Bapak dalam mengurus kolam, Lek Sudar, Bryan mulai dilatih memisahkan telur ikan yang bagus dan kurang bagus. Bryan udah ngerasa jadi juragan ikan, haha..

Menyenangkan..

Senang sekali bisa mengetahui proses pemindahan telur-telur ikan.

Thursday, December 23, 2010

Hey Kamu

Hey you, the sun brightens up my day early this morning, what about you?



Is this just my feeling? Because I feel the sun just rises brighter in the East. Is this just my feeling? Because I feel you are somewhat attracting. Is this just my feeling? Because I feel like I almost have a friend to face the day with. Is this just too exaggerating? Because this is just too quick. Very quick. Just like not you..

Tuesday, December 21, 2010

Bikin Paspor

Horray, I've got my passport..






Udah rada lama sih bikinnya, 2 Desember lalu. Bertujuh saya dan temen-temen dateng ke kantor Imigrasi buat ngurus paspor. Entri ini dipos bukan untuk menjelek-jelekkan seseorang, suatu instansi, atau apalah, hanya curhat saja. Curhat yang didasari pada fakta yang saya dan temen-temen saya alami.

Sebelum dateng bertujuh untuk membuat paspor, sebelumnya dua orang teman saya pergi ke kantor imigrasi untuk mendapatkan informasi mengenai cara pembuatan paspor. Pertama kami harus melengkapi form berisi data permohonan pembuatan paspor 48 halaman baru. Jelas-jelas dalam form tersebut ditulis, form ini gratis, tidak dipungut biaya. Ternyata eh ternyata, sepuluh rebong untuk satu form!

Setelah melengkapi form dan dokumen yang disyaratkan lainnya, dua orang tersebut datang kembali ke kantor imigrasi, lalu diberitahu bahwa sesi foto paspor tidak dapat diwakilkan. Ketujuh pemohon paspor diharapkan datang dua hari kemudian.

Nah, pada tanggal 2 Desember itu kami bertujuh dateng.. M, lalu diminta membayarkan biaya pembuatan paspor. Di papan sih tulisannya dua ratus rebu untuk pembuatan paspor 48 halaman baru, ternyata eh ternyata lagi, kami diminta membayar tiga ratus lima puluh rebu sama petugas di dalam loketnya, gile.. Emang biaya pembuatan paspor udah naik ya? Seiring dengan naiknya harga cabai di pasar..

Kami lalu menunggu giliran untuk difoto, diambil sidik jari, dan diwawancarai (sebetulnya lebih cocok cross check data supaya tidak ada kesalahan penulisan data lagi di dalam paspor yang akan dicetak).

Paspor kami akan jadi lima hari berikutnya.

Dan sekarang, tarra.. Saya udah punya paspor.. :cheese:

Don't Care bout Diet!

They say overweight is a nightmare!


Ini dia artis baru kita yang meliput ranah makan-memakan. Rada aneh dengan kata makan-memakan. Oke, ranah kuliner.

Sebagian besar wanita menginginkan berat badan yang ideal. Dilihat dari segi kesehatan, mereka yang berbadan ideal cenderung lebih sehat. Dari segi estetika, mereka terlihat lebih enak dipandang. Namun bukan berarti kami-kami ini yang overweight ga enak dipandang lho..

Yak, dia Eka. Usahanya untuk menurunkan berat badan bisa dibilang tidak mudah. Mulai dengan mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya, berolahraga, mengganti susu dengan susu yang rendah lemak, hingga mengonsumsi teh yang konon katanya bisa membuat langsing.

Dan hari itu, saya dengan sukses mengobrak-abrik dietnya dengan steak, banana split, puding, es ketan merah, dan lainnyaaa.. Maafkan saya teman..

Memperketat diet boleh, tapi tetep inget, makanlah sebelum Anda merasa lapar, dan jangan berhenti sebelum kenyang :D

Saturday, December 4, 2010

Unsent Letter (2)

Surat Untuk Ibu

Sebentar lagi saya berangkat ke negeri kincir, Bu (Insya Allah). Melihat dan memegang bunga tulip yang mekar berwarna-warni. Mereka bilang Januari. Ya, waktu yang tepat untuk merasa dinginnya salju.

Saya mungkin akan sangat menyukai berada disana. Mungkin Ibu juga, seperti yang terlantun dalam setiap doa Ibu yang sesekali saya dengar. Seperti yang saya tahu, betapa Ibu berusaha meluapkan kebahagiaan di setiap tutur yang sesekali menyanjung pencapaian anak perempuannya. Tentu saya akan sangat merindukanmu, Bu. Merindu yang teramat deras.

Saya tidak akan lama, Bu. InsyaAllah satu tahun. Dengan begitu, akan ada satu Idul Fitri yang saya lalui tanpa Ibu. Sebelumnya saya meminta maaf. Meminta maaf karena tidak dapat berkumpul bersama Ibu di satu kali Idul Fitri tahun nanti.

Mohon ridho Ibu, supaya saya dapat kuat belajar disana. Supaya saya dapat senantiasa membahagiakan Ibu melalui segala cara yang saya bisa. I love you, Mom. I will miss you much.

Friday, November 26, 2010

Koyo Cabe

+"Bik bik, beli koyo sikok"
-"Koyo cabe ye?"
+"Koyo bawang be ah, pedes pake cabe"
-(garuk-garuk pala)

Teringat dulu waktu Ibu menyuruh saya membelikan koyo, saya bingung apa itu koyo cabe. Mungkin sudah lama saya mengenalnya, namun baru-baru ini memakainya.

2009 lalu saya mengikuti tour ke Paris (van Java) bersama temen-temen di undergraduate. Masa disaat koyo cabe dan obat masuk angin cair sempet populer di kalangan peserta tour. Maklum, lima hari tour de Java membuat badan jadi pegel-pegel dan perut kembung. Koyo cabe efektif menghilangkan pegel di badan.

Saya mulai berpikir, bagaimana nanti jika saya berada di suatu tempat dimana hal-hal kecil namun penting seperti ini tidak bisa saya temui? Akankah saya merindukannya? Akankah saya mencari penggantinya yang lain?

Oh koyo cabe, thankyou for relaxing my muscles :D

Thursday, November 18, 2010

You are The One I've Ever Had

Shed your tears my lil brother..



Ini adalah hari dimana saya melihatnya menangis sesenggukan. Selama ini saya mengenalnya sebagai pribadi yang cuek (bahkan terhadap diri sendiri), tidak peka, dan semaunya sendiri. Berapa kali harus saya ingatkan, perihal kecil yang mungkin akan berpengaruh besar terhadap masa depannya. Belajar. Ya, saya menilai dia sangat inkonsisten dalam hal ini. Namun pagi ini, pukul sepuluh, dia pulang dari sekolah, lebih cepat dari biasanya, menelungkupkan badan, lalu menangis sesenggukan.

Allah, saya melihatnya begitu fragile. Betapapun seringnya dia membuat saya sebal, dia satu-satunya adik kecil saya yang sangat saya sayangi. Entah mengapa, air mata ini terus mengalir mengingat kesedihannya.

Lalu saya mencoba tegar, mengelus kepalanya sambil bertanya apa yang sebenarnya baru saja terjadi. Diluar ekspektasi, dia mengaku kesal dengan teman yang sering ribut di kelasnya, yang membuat belajarnya terganggu. Beberapa kali dia sudah mengingatkan di hari-hari sebelumnya supaya selalu menjaga suasana kelas tertib saat pelajaran berlangsung, namun beberapa teman sekelasnya masih saja membuat onar, tak peduli ada atau tidak ada guru di kelas.

Mungkin selama ini saya kurang memahami dia, mungkin juga karena saya jarang menungguinya, jarang mendengar curhat-curhatnya. Yang saya tau hanya sisi negatif yang menurut saya sedikit melewati batas, merokok diam-diam (meski saya tidak pernah melihatnya), termasuk jam malam dan beberapa blue video di dalam handphonenya. Jam belajar malam yang tidak teratur. Dia bahkan tidak pernah menanyai saya mengenai matematika ataupun mata pelajaran lain.

Sambil terisak dia mengatakan bahwa sebetulnya dia juga ingin berprestasi, ingin belajar, ingin sukses, ingin membahagiakan orang tua, terutama Ibu. Namun kondisi belajar di kelasnya belakangan sangat tidak kondusif baginya. Beberapa guru sekolah yang jarang masuk, kelas yang ribut dan tidak terkoordinasi, mengakibatkan ketidakefektifan baginya untuk memahami materi pelajaran. Tidak mendapatkan apa-apa, katanya.

Salah satu hal yang paling membuatnya kecewa tadi adalah kelakuan teman sekelasnya. Teman-teman yang sering mengacau pelajaran memang hanya minoritas, namun mayoritas teman yang lain tidak dapat menghentikan kekacauan yang ditimbulkan. Saking jengkelnya, hari sebelumnya dia lantas menulis status di facebook-nya, kejengkelannya terhadap suasana kelas yang nggak bisa tenang saat belajar. Akibatnya beberapa temannya tersinggung. Dua dari mereka menyerangnya tadi pagi di sekolah. Dia tidak membalas. Melapor ke guru piket, izin pulang karena tidak enak badan. Dan disinilah dia sekarang. Mencoba menenangkan diri dan mencari solusi hingga tertidur di tempatnya menelungkupkan badan.

Cepatlah dewasa adik kecil, mbak ingin kamu bisa mendapatkan yang terbaik, bersikap baik, dan dapat menjadi kebanggaan semua orang.

I wish you'll be better when you're older..

Thursday, November 11, 2010

Observation Report

Today my friends and I are going to observe one private primary school, which is a pilot school of our university. This is not our first time, this is the n time.

Here are the reports for all observation in this school.

First, the classes are TOO crowded. A super big class with more than fourty students in average. The location of the school I think is not really comfortable for an ideal school. It is two schools with the same building. The building is facing each other, has a shared field with closed roof, which is the place for students to play, to sport, to shout, etc. It really annoys the other classes which is active studying.

Second, the students in the class are TOO busy. Well, it is a primary students. As child being, they tend to do something according to their roles. If they don't wanna learn, they won't. If they wanna crash the other friends, they just beat their friends. The classroom activity is rarely well arranged.

Third, if you wanna know the best place with plentiful food with affordable price, just come to primary school! As one of reports while observing this school, I wanna let you know, you can easily get gado-gado, model, tekwan, various pempek, nasi uduk, getuk, dadar gulung, lemper, ketan, various small cakes, ice cream, blablablah which are TOO affordable. Yummy.

Fourth, the pilot teacher is TOO discipline. She even don't wanna teach the class using the realistic approach which we have arranged.

Well, only these four that I can write. In fact, there are more than just four. Happy observing the school!

Tuesday, November 9, 2010

Reinburse Money

All transportation money from our domain, all tests cost, IELTS, TOEFL.. 

Our scholarships from May.. It has been seven months.. We wanna get what we should get..

Monday, November 8, 2010

How Plate Makes Us Close

I really want to whisper some words in your ears, some of them are, "I miss you, Mom.."

Some of you may have some things which remind you about some event, people, or something. A little thing with infinite memories in it.

Plates. Something we use to eat. A thing that people might not consider, but has something memorable for some others.

Here I eat using the plate again. A plate with the same motif as what my family uses in the dining room. It really can escape the distance between my hometown and my current town. I really miss something.

Hey Mom, have you still remembered, what we always do in that red dinner table? Serving the plates, spoons, forks, drinks, and all menu on the table is my duty, right? Nothing can change the situation on that table, when we all share what we've done in that day.

A white plate with simple flower pattern and small bridge. It really acts like a bridge, connecting you and me. Simply makes me believe that we are close. No matter the distance.

Saturday, November 6, 2010

The Wanderer

I've been wandering this world alone, then I wonder when I'll meet you.

Happy Saturday night, all!
I take a little walk surrounding my neighborhood, just to move myself, healing a lone which is trapped in my every-Saturday-night.

I look at a young couple walking while grasping their hands, also other couples having a date in they-say-beautiful-night. Oh The Owner of The Heart, I wonder when I have someone walking in my side.

Then I come into a small boutique, choosing and fitting some dresses. Hence I find a brown shirt with small flower pattern in it. I walk to come back to my house then. That's what I've done in my Satnight.

Sometimes I think why I often feel so silly, adoring person who ignores me, and tragically ignoring person who adores me. That's life. Perhaps, The Universe just hasn't permit us to meet.

I really want to make a poem, about you. A poem to make you know the awkward feeling inside my heart. A poem to realize you that there is a maiden waiting you patiently. A poem to wake you up. However the poem never arrives to you. Never be read by you.

Tuesday, November 2, 2010

Kuliah Pagi, Pulang Pagi

Hosh, today we are studying nothing.

I used to have a class this morning at 8, and would have a class again at 2pm. But the teachers can't come. So, we learn nothing.

This is also my first time in this master degree, using skirt and high heels.

Just like the title, kuliah pagi lalu pulang pagi lagi.

Oya, yesterday on the first of November, my friend, called, Nobita, has a birthday party. Unlike Camel's birthday, we didn't use cream as a weapon to crash each other. I haven't got the pictures. So, let me post the pictures sometime. Cheers.

So boring, someone borrows my motorcycle. I can't go home as well.

Sunday, October 31, 2010

Psychological Test Online

I tried the application on my facebook, the name (if I'm not mistaken) is psychology personality test.

It only has seven/eight questions, well, not questions I think. There are two options every number, and I should choose one out of two every number.

Somewhat like this:
black - white
coffee - softdrink
moon - star
sugar - spice
dog - cat
ninja - pirate

What? Six questions? Orait, I forget some I think.

From those six questions I chose respetively: white, coffee, star, sugar, cat, ninja.

And here is the result:
Dear, based on the test, You’re an ideal boyfriend/girlfriend. You don’t care if your partner doesn’t really love you as long as you love him/her. You give your all.
You’re intimidating! People have an impression that you’re elite—or if not, you simply look sophisticated. You gain praises but not companions.
Here is the analysis:
웃 : Mysterious, oftentimes, a loner.
웃 : You hide your emotions. Sometimes pretending to be always happy.
웃 : You search for love.
웃 : You have so many ideas in mind. You’re creative and aggressive!
웃 : You love actions, with the hero-like taste!

Okay, this application somewhat hits the nail right on its head. Let me analyze one by one.

Ideal girlfriend like what this result doesn't really belong to me. Yea, it has proved. I simply ignore person who betrays the relationship without execuse. Hoho. But giving all I have (totally love someone) is somewhat true I think.

Intimidating I don't really know. People's thought.

Mysterious, sometimes loner, somewhat true. Relating to result number three, searching for love. Well I agree. Sometimes I feel like nobody in this world who really cares about me.

The rests, okay, I realize those are true.

My question is: how can my simple answers become like that?

Okay, I love white, because black is dark you know. I love coffee because softdrink is somewhat gassy. I like star because it has its own light. I like sugar because it is sweet. I like cat because dog is forbidden in Islam. And I like ninja because Rain becomes the star in Ninja Assassin :p

Simple, rite?

Saturday, October 23, 2010

Love, Love, and Love

Bicara tentang cinta emang nggak ada habisnya. Mungkin kalian pernah ngerasain cinta monyet sampe cinta kingkong. Seperti kata Paris Hilton, Love is Blind, oye?

Ingatkah Anda kapan pertama kali Anda jatuh cinta? Saya masih mengingat detail cerita masa muda yang enak untuk dikenang kembali. Mungkin sebagian kurang enak, namun marilah kita anggap sebagai bumbu pelengkap kehidupan sahaja.

Well, who cares how old I was, kelas tiga sekolah dasar saya sudah bisa membuat surat cinta! Kali ini saya sudah berusaha keras menggali, motif apa yang melatarbelakangi saya membuat surat cinta, lalu mengirimkannya! Well, namanya Billy, mirip nama personil Power Rangers yang dulu lagi beken di tivi-tivi. Saya mencoba mengingat kembali, yea, mungkin karena Billy di Power Rangers, ayayay.. Atau mungkin karena pada saat itu saya ingin membuktikan kepada seantero masyarakat, teman, sanak saudara, kalau saya sudah pinter menulis.

Betul, kali ini saya lupa apa detail isi suratnya. Yang saya ingat, surat itu bukan surat cinta seperti yang orang-orang dewasa tulis tentu saja. Berbeda juga dengan surat cinta remaja. Okay, yang saya ingat, setiap kali bertemu Billy, saya hanya berusaha sebisa mungkin supaya dia tidak mengingat-ingat kembali perihal surat-menyurat itu. Namun sayangnya suratku tak berbalas. Mungkin karena Billy waktu itu belum bisa membaca, atau mungkin malu untuk menulis karena tulisannya masih berantakan.

Kurang lebih kelas lima sekolah dasar, saat sedang asyik-asyiknya menonton televisi bersama keluarga, siang hari yang nggak ada tanda-tanda kucing mau jadi unta, tiba-tiba seseorang berteriak kenceng dari arah depan rumah. "Sep dapet salam dari Ari, I love you katanya." Dua kali orang tersebut bilang dapet salam dari Ari. Lalu terdengar suara ribut dan tawa, lalu menghilang. Oke, namanya Ari, tetangga saya.

Sebagai anak kecil yang masi inyis-inyis, saya merasa sedikit ge-er, namun juga nggak percaya. Nggak percayanya lantaran dari sekian banyak anak laki-laki, kenapa harus Ari? Maaf om ya, waktu SD dulu, dia berambut seperti landak, serta berkulit hitam-putih (kulitnya hitam dan berpanu). Haha. Belakangan waktu SMA saya baru sadar bahwa Ari dewasa jauh lebih keren. Mungkin karena frustrasi nggak dapet-dapet pacar, dia akhirnya bermetamorfosis. Rambut landaknya telah turun, panunya menghilang (obat panu udah banyak bo). Kasian dulu cintanya bertepuk sebelah tangan.

Cinta monyet saat SMP muncul saat lawatan ke sekolah lain, sekitar 20 KM dari sekolah saya dulu. Kunjungan sekolah itu hanya berlangsung satu hari full, lengkap dengan pertandingan persahabatan seperti badminton, sepak bola, voli, band performance, dan sepak takraw. Kita sebut saja SMS, sang pemimpin upacara penyambutan pada waktu itu. Keren euy. Berhubung satu-satunya lomba indoor hanya badminton, saya memilih untuk tidak berpanas-panas ria di dalam aula yang dijadikan lapangan badminton tersebut. Eh, SMS juga ada disana. Membawa kamera kesana-sini, macem paparazi aja bah. Haha.

Gila, dari sekian banyak kesempatan untuk mengajak berkenalan, yang saya mampu lakukan adalah menyodorkan buku alamat, lalu memintanya menuliskan biodatanya di buku tersebut. Nama, tanggal lahir, zodiac (jaman dulu zodiac mesti ikutan), alamat, nomer telepon, motto. Yap, dia tulis lengkap. Sampe akhirnya saya dan rombongan sekolah pulang, saya bahkan tidak sempat memperkenalkan diri, so silly. Hal terakhir yang saya tangkep, dia tersenyum lebar sambil menjepretkan kameranya ke arah saya sesaat sebelum memasuki mobil. Pulangnya saya senyum-senyum sepanjang jalan.

Hanya sekali itu pertemuan saya dengan SMS. Beberapa hari kemudian saya beranikan diri untuk menelpon telpon rumahnya. Hari pertama nelpon, saya disambut dengan percakapan singkat yang menyenangkan. It's intoxicated, you know. Haha. Saya jadi rajin menelpon dia setiap saat. Sehari bisa tiga sampai lima kali. Sampe bosen dia. Haha. Setelah itu jawaban-jawabannya nggakasikbangetdotcom. Beberapa minggu kemudian saya lupa.

Cinta yang sedikit lebih dalam saya temui di kelas dua SMA. Dia Ade, yang lengkap dengan semua yang saya sukai pada waktu itu. Dari sekolah yang berbeda, clever enough, dan berbeda dengan sebagian besar laki-laki yang pernah saya temui.

(suasana berubah melow)

Siapa sangka dulu saya akan sangat dekat mengenalnya, dua tahun yang singkat bersamanya.

Bermula dari kegiatan pramuka, saat yang tidak disangka itu saya bertemu dengannya. Dia yang terlihat begitu dewasa, begitu diam, dengan sepeda kerennya (sementara siswa lainnya menggunakan kendaraan bermesin). Dia begitu berbeda, menarik perhatian saya. Lalu siapa sangka setelah pertemuan pertama di kegiatan pramuka tersebut saya akan bertemu lagi dengannya.

Seorang teman sekelas saya (cukup saya kenal) ternyata juga mengenalnya. She arranged the time for me to meet him. Siapa sangka, hari itu dia mengatakan cinta.

Ya, dia hanya begitu berbeda. Dia yang sabar, terkadang diam, namun begitu menyenangkan dengan cerita-cerita serunya, tidak seperti kebanyakan orang lainnya. Mengingatkan saya untuk selalu beribadah lima waktu, membaca basmallah sebelum memulai sesuatu, dan mengucapkan kalimat baik, "Laa ilaha Illallah" setiap kali saya merasa takut. Mengingatkan saya untuk selalu berbakti kepada orang tua. Mengingatkan saya untuk selalu belajar.

Well, it doesn't end that good.

I have a poem, representing him, which is too sad to remember.

Malam Bulan Purnama

Mengingatkan aku akan kebulatan tekad
Semacam obsesi tuk tepati janji dengan penuh
Bulat, penuh, tanpa cacat.

Mengingatkan aku dalam suasana yang diliputi rasa gelap

Yang kemudian menjadi terang karena cahayanya.

Mengingatkan aku pada Maha Karya terapik sepanjang malam
Terpoles make up dan pakaian elok membungkus tubuhnya.

Mengingatkan aku pada perasaan nyaman menyandingnya
Perasaan bahagia bersamanya.

Mengingatkan aku pada kewibawaannya.

Mengingatkan aku pada kebohongannya.


Ya, dia bohong. Dia berjanji, namun tidak menepati. Tahun terakhir SMA, saya harus melanjutkan sekolah jauh darinya. Menceritakannya hanyalah menoreh kembali luka hati yang telah lama tersimpan rapi. Ini hanya terlalu sedih. Maaf. Setelah tahun kedua kuliah, saya tidak lagi bertemu dengannya. Sometimes this missing just too hurts.

My Lord, You Know everything. Please Show me, if something or someone is good enough for me.

Tuesday, October 19, 2010

Memanfaatkan dan Dimanfaatkan

Di biology telah disebutkan perihal hubungan antar makhluk hidup, simbiosis namanya. Ada tiga jenis, yakni simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan, parasitisme atau saling merugikan, dan komensalisme atau salah satu diuntungkan sementara yang lain tidak dirugikan.

Saya rasa hubungan tersebut dimiliki juga oleh manusia. Memanfaatkan dan dimanfaatkan.

Membuat saya jengah.

Monday, October 18, 2010

The Third TOEFL

Satu lagi yang meraih 580.

Sayang beribu sayang, seorang tersebut bukan dari salah satu teman sekelas saya. Ya, dia mahasiswa dari Surabaya. Dengan segenap pengharapan, saya berdoa semoga beberapa teman saya masih bisa diperkenankan untuk berangkat, amin.

Tes TOEFL ketiga ini akan diikuti 8 mahasiswa, kemungkinan sebelum tanggal 26 Oktober ini. Lima orang yang sudah mencapai 580 dan dua orang yang sudah buru-buru di-judge tidak lulus tidak mengikuti tes lagi. Beda dengan dua tes sebelumnya, kali ini peserta tes harus membiayai biaya akomodasi pengawas tes. Alhasil, biaya semakin membengkak.

Semoga hasil tes ini akan lebih baik. You Know what the best for us is, God.

Friday, October 15, 2010

Camel's Birthday

Yeay, happy 22nd birthday for Camel (not the real name).

Hari ini ada lomba di kampus, lomba matematika buat anak-anak sekolah. Ketemu juga dengan ibunya temenku SMA in my hometown. Trus besok akan ada seminar pendidikan yang semoga bakal ada ilmu baru yang seru.

Ehm, hari ini juga bertepatan dengan ulang tahun salah satu temen paling muda di kelas saya. Dua puluh hari lebih muda daripada saya. Ada apa di hari ultahnya?

We arranged a plan to buy cakes less than a hundred thousand rupiahs so that all friends in the dorm would eat together. Finally I, as the coordinator of the food, bought some small slices of cakes, some of them have plentiful butter cream. Therefore, we made it as a weapon to attack each other.

Here are the results of the butter cream battle.

#1 Gosh, mukaku jadi coreng moreng begini


#2 Semuanya juga ikut coreng moreng

Umur udah dua-dua tapi masih seperti dua-belas. I wanna be young forever, but as the time runs, I wanna be better when I'm older.

I wish you the best, Camel.

Letter from Yap!

(Yap should be written using J is the first letter and double A in the middle)

Kamis kemarin sepulang ngobservasi sekolah, kami dikumpulkan untuk diberitahu apa isi email dari the most wanted research university of us. Satu hal yang pasti: mereka kekeh pada syarat awal, bahwa skor TOEFL kami haruslah 580.

Namun ada kabar yang sedikit melegakan, they said that they would accept us eventhough there would only be six students eligible enough for this program.

However, we still have our third chance to take ITP TOEFL, hoping that there will be more than five people getting the opportunity to go.

The result of the third test should due at the end of this month. It means we have to take the test, at least at the third week, which is next week!

Good luck for other friends who'll have the most determining test.

Monday, October 11, 2010

Unsent Letter


I don’t really expect you are the best person of the world, because I’m just me.

I need you who love me. I need you who can teach me. I need you who have abundance patience in waiting me. I need you to respect me.

See, I’m just an ordinary person. If you expect someone who can precisely manage your money, I’ll say I can’t do that good. I’m not an accounting, economist, money counselor, or someone who is really expert in doing that. However, I’m not a kind of person who is reckless about future. I know I need to learn a little about this, I need you to teach me.

If you hope someone who can cook such delicious food, I’ll say I can’t. I only can make some, but I know some basic principles of cooking. Don’t worry. I’m such a person who can learn something new quickly. I just need you to be patience a bit more.

Nevertheless, you might not know something. That’s why I need you to take a little look at me, respect me, and you’ll know I know well how to make you laugh. I know well how to motivate you. I know well how to be a good friend to discuss your problem. I know well how to release your pain. I know well how to love you.

I want you to love me just the way I am.

Daily Story Today - 2

Hmpfh. Seharusnya hari ini kuis AA. Saya dan teman-teman se-mess sudah belajar bersama sehari sebelumnya. Namun entah lupa, entah bagaimana, dosen AA kembali menggilir kelompok di dalam kelas untuk mempresentasikan tugas yang minggu lalu belum selesai dipresentasikan seluruh kelompok. Termasuk kelompok saya.

Diskusi tiap-tiap kelompok berlangsung seperti biasa. Ada sesi diskusi. Dua kelompok terakhir membahas materi yang berbau permutasi. Namun sepertinya anggota kelompok terseut belum mempersiapkan secara optimal. Tibalah sebuah pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa yang bersuara paling keras di kelas. Kasar memang. Dan ternyata kekasaran dalam kalimat-kalimat yang diutarakannya itu menyinggung perasaan salah satu mahasiswa anggota kelompok yang presentasi.

Hem. Mari bercermin pada diri sendiri. Mungkin salah seorang teman yang bertanya tidak sadar telah berkata 'kasar'. Tidak sadar. Pernahkah saya secara tidak sadar melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati banyak orang?

Ya. Hati-hatilah dalam berbicara. Hati-hatilah dalam bertindak. Hati-hatilah dalam segala urusan.

---

Cerita lain.

Sepulang kuliah AA, beberapa dari kami berkumpul lagi di shared room di mess. Entah bagaimana, pembicaraan kami bisa berlari menuju 'bagaimana memilih calon istri/suami yang baik'.

Beberapa diantaranya yang dibicarakan adalah kemampuan memanage keuangan dan kemampuan memasak. Ough. Memalukan, ketika bercermin ke diri sendiri. Malu ketika menyadari betapa hematnya teman-teman di mess dalam mengelola keuangan terkait dengan memanage pola makan. Lagi, ketika saya mengetahui bahwa beberapa di antaranya telah berusaha mandiri, seperti tidak mengandalkan kiriman orang tua untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan saya?

Pertanyaan baru sekarang: bagaimana cara meningkatkan kualitas diri? Kembali mengingat bahwa kualitas perempuan berbanding lurus dengan kualitas laki-laki yang kelak akan bersanding menjadi pendampingnya. Ayo perbaiki kualitas diri! :D

Sunday, October 10, 2010

Are You Moslem, Guys?

Well, seberapa muslimkah Anda, fellas?

Mari kita sejenak bahas tentang ini, namun tentu saja dalam sudut pandang Muslim yang bisa dibilang awam untuk berbicara tentang Islam secara integratif.

Saya muslim. Sejak saya tahu apa itu agama, yang saya tahu hanyalah ada Islam, karena kedua orang tua saya Islam, dan saya tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih apa agama saya sejak dulu. Saya terlahir dalam keluarga Islam, saya beragama Islam, dan Insya Allah akan terus Islam. Amin.

Sudah sejak kecil "inyis-inyis" saya tahu saya Islam. Ingat dulu, bahkan sebelum masuk sekolah dasar, saya sudah belajar mengaji di TPA yang, untuk saya yang dulu masih kecil, bisa dibilang jauh. Namun mengapa pengetahuan tentang Islam yang saya miliki terasa tidak berbekas? Tidak ada.

Kaget. Lihat postingan saya sebelumnya? Hampir jam delapan pagi pun saya belum beranjak dari kamar. Sekarang hampir sembilan, sementara perut saya menagih jatah sarapan pagi. Saya membuka kunci pintu kamar, lalu beringsut menuju water dispenser di shared room. Beberapa detik saat gelas saya tengah diisi plain water, saya melihat salah seorang teman tengah sholat di shared room tersebut. Allah, ini waktu Dhuha. Betul?

Coba ingat, kapan terkahir kali Anda sholat Dhuha? Kapan saya sholat Dhuha? Berapa rokaat sholat Dhuha? Apa kegunaan sholat Dhuha? Kapan waktu Dhuha? Jawabannya: saya tidak tahu.

Well, tadi malam saya mendengar teman saya di mess berniat puasa hari ini. Tanggal berapakah ini? Satu Dzulhijah bukan? Ada apa di satu Dzulhijah? Jawabannya lagi-lagi: saya tidak tahu.

Banyak sekali pengetahuan agama yang saya tidak tahu. Mau saya beritahu apa anak-anak saya nanti, Ya Rabb? Sungguh, saya ingin tahu. Bukan hanya ingin tahu. Saya ingin sekali tergerak untuk melakukannya.

Mengapa orang tua saya tidak memberi tahu? Mengapa mereka memilih mengirimkan saya ke TPA, bukan mengajari saya sendiri dengan pengetahuan yang mereka miliki? Tapi, mengapa selama ini saya tidak bertanya?

Hanya sebatas kewajiban. Ya, saya sebagai Muslim wajib menjalankan sholat lima waktu, wajib berpuasa di bulan Romadhon, berzakat kepada sang fakir, apa lagi? Hanya itukah yang saya ketahui? Hanya sebatas wajib.

Saya malu. Sungguh sangat malu. Bagaimana mungkin saya mengharap seseorang yang baik sementara saya sendiri tidak cukup baik?

How 'bout you? Are you moslem?

Sunday Sunny Day

Weather forecast today shows that my town will be clear, or showers in some parts (I wish not). Pretty good day to release my dizzy.

What am I going to do? Yeah, now the time shows fifty minutes past seven mornin. I'm still in the dorm. I hear some friends are cooking or talking in the kitchen or shared room, laughing, but I'm still sitting doing nothing on my bed. Em, at least my fingers have been dancing in this keyboard. A little exercise in the morning, right? :p

I have arranged a plan to have a little swimming this afternoon. Hoping it will be still clear, so sunny that I can have a move a little bit more.

Any other plan? Um, I've just remembered, tomorrow I'll have a quiz in AA. Ough. And my AA's book is left in my house. It means I need to pick it up. No no no. It means I will meet my brader. I wish he'll not be home.

Am I still mad with him? Let me have a second thought.

I'm adult enough, and I think it's so childish to keep something wrong to be wrong. I should make it clear. Like today's weather. So, what am I going to do?

Just go home. I think.

Friday, October 8, 2010

Daily Story Today

Ah, it's just like any other days. Biasabiasasajadotcom.

Pagi ini saya terbangun dari tidur di mess. Sengaja saya mengungsi di tempat yang menurut saya lebih nyaman untuk saat ini. Ada apa di rumah? Gosh. I dont wanna meet my brader for a while. Susah, dan juga saya sudah terlampau lelah.

Jumat seperti biasa saya menghadiri kuliah dengan Pak Professor. I like the subject, but I dont know why today doesn't seem interesting to me. Mungkin karena malam tadi diiringi tragedi mata sembab yang menyebalkan. Professor memberikan dua buah artikel yang semestinya sangat menarik. Saat itu juga kami ditungguin untuk membaca habis dan menuliskan kembali ide apa yang terdapat dalam kedua artikel tersebut.

Lalu kami diminta bercerita mengenai isi artikel. Dan saya diam saja.

In focus yang sudah out-of-date kembali ngadat. Nggak berfungsi dengan baik. Padahal beberapa hari sebelumnya Pak Professor juga pernah mengingatkan mahasiswa untuk membuat laporan mengenai properti yang bermasalah di kelas, untuk dilaporkan ke bagian perlengkapan kampus. Namun tidak ada yang bergerak. Dan saya sebagai mahasiswa "lama" di kampus ini merasa sangat bersalah ketika Pak Professor menasihati. Lagi, saya diam saja.

Apa-apaan saya barusan? Seharusnya saya aktif di kelas. Seharusnya saya dapat mengharumkan nama baik almamater.

Jangan begitu lagi ya...

Ketua angkatan diingatkan kembai untuk mengecek properti di kelas. Dari yang kecil-kecil termasuk absensi kehadiran dosen dan mahasiswa, boardmarker, eraser, dan sebagainya. Ingat ini ya, ini bukan hanya tugas ketua angkatan saja. Jangan malas ya...

Sore ini ada kuliah umum pendidikan dengan salah satu Professor dari Ostrali. Ayo semangat!

Monday, October 4, 2010

Be Happy!

Happy birthday for whoever who has birthday today.

Be happy for whatever you do in your life. InsyaAllah, He will give you more than what you want. Hmm, manusia seringkali merasa tidak puas, atas segala sesuatu yang telah dengan susah payah mereka dapatkan, atau, serta merta mereka menolak apa yang dengan gratis bisa mereka dapatkan.

What's wrong with human?

That's obvious, if you have already tried to do the best,very very best that you can, but finally you loose, don't have the chance to get what you really want, you'll be extremely sad. That's human being.

Although it'll be hard, I suggest you who feel this kind of feeling, not to desperate. Be happy. Try to look at another side, the positive reason why you couldn't get what you wanted. Or, you can rebuild your spirit, believe the second chance.

There are some quoted words that can motivate you. Like what people say, "There are three ways God replies human's pray. First, He answers directly what people pray, exactly the same as what they want. Second, He replies a while, but He gives the better one. And the last, He says no, but finally He changes with the best one."

You may think that something is not good for you, but you don't know that what you think is not good is the opposite according to Him. In this case, we have to do the best, and let Allah do the rest.

For you who are so discontented from what you've faced, stand up soon! Like Darrel Royal said, there is no player in this world who has never lost before. However, the best players will give everything they've got to stand up again, ordinary players will take a while to get back on their feet, while loosers will flat on the field. So, who you are?

Friday, October 1, 2010

New Month, New Spirit

Finally I see the '1' numerical number in the corner of my notebook, accompanied by letter 'October' under the number.

September has passed. Some important evidence happened. Preparation to face IELTS, the IELTS, Eid Al'Fitr, holiday with family, IELTS' results, preparation to TOEFL, I-think-my-special-day, falling in love that should be unimportant, TOEFL results, and some other little things happened. September seems go fast. See you in 2011.

Hey October, what do you bring? I hope the more amazing one. Let me write every single memorable thing in this month.

The sun has been shining, the flowers have been blooming, the wind has been whispering, the birds have been twittering, and our spirit has been rising.

Thursday, September 30, 2010

Another Chance to Grow Up Again

Like OST of 3 Idiots movie,

Give me some sunshine.. Give me some rain.. Give me another chance.. I wanna grow up once again..

The scores have been announced. I, simultaneously, feel glad and sad. Glad because I meet the requirement, sad because some friends don't.

Let me just write the scores down. It is to make me remember that I ever have such outstanding friends, surviving together to realize our dreams.
FA 607, SSA 590, SSY 580, YAS 580, IR 583, L 570, K 557, NMM 567, EAA 530, ABK 537, ST 540, RN 507, and RCIP 507.

Those are just the scores. The final decision to decide who'll go hasn't been made. And we still hope for another chance.

Ya Rabb, my friends and I were closely together. We study together, we laugh together, we cry together, we pray to You together, Ya Rabb. Please don't separate us this time. Let us get our dreams.

Give us some sunshine, give us some rain, give us another chance, we wanna grow up once again.

Ya Rabb, You know everything happens in this world. You have arranged whether some things are good for us. If You think this dream is not good enough, please give us another chance to get what really best for us. Give us another chance. Amin.

Waiting Anxiously

Allah, You are The Owner of everything. Whatever in this world, we only can try and pray for the best that You might give.

Enam tidaklah cukup, fellas. Sedikitnya sepuluh untuk bisa pergi meraih mimpi. Bukan mimpi besar, namun bukan tidak penting. Secuil mimpi yang mungkin akan begitu indah. Setidaknya ini salah satu langkah untuk meraih mimpi-mimpi besar.

Surabaya gagal. Empat belas tidak memenuhi persyaratan. Ah, kata 'tidak' begitu menyayat pilu. Dapatkah saya mengatakan belum memenuhi persyaratan? Akankah ada kesempatan untuk kembali bangkit, meraih mimpi yang juga adalah mimpi-mimpi mereka?

Lima belas disini hanya bisa berserah diri, menunggu hasil TOEFL yang mungkin akan diterima sore nanti. My heart beats irregularly.

Cukupkan sepuluh dari kami?

My Lord, please let us feel the beautiful dream. Don't cease our dreams.

Saturday, September 25, 2010

Just Another Day

Like what I've said, it's just like any other days. What do you expect, friend? Days just come and then pass. You can make them meaningful, or meaningless. It depends on what things you've done and how you appreciate them all.

What are you waiting for? You wait till all of your friends congratulate you in do-you-think-your-special-day? They might forget, that's human being. You cannot pursue them, insist them to do what you want.

This special day is solely yours. The other people just wait, wait for what they'll get from your special day.

If you still want to make it special, just keep making it special!

Friday, September 24, 2010

Happy Amazing Birthday

You're about to be 22, but you are still your Mom's little daughter.

Bukan lagu selamat ulang tahun dan tepuk tangan riuh di depan kelas yang mungkin akan kamu dengar esok, teman. Itu dulu. Tahun pertamamu di sekolah dasar, bersama puluhan temanmu sekelas, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, membagikan kue, serta bersalaman dengan tangan-tangan kecil teman-temanmu.

Mungkin juga bukan foto di studio bersama kakek nenekmu. Seperti dulu lagi sebelum kamu masuk sekolah. Nenekmu akan memakaikanmu gaun berenda baru, merias wajah dan rambutmu, lalu mengajakmu ke studio foto, berpose di samping kue ulang tahun yang bahkan lebih besar dari tubuhmu.

Agaknya juga bukan lagi melemparkan telur serta menyiramkan tepung di atas kepala, seperti yang teman-teman SMP-mu lakukan dulu. Kamu akan cepat-cepat berlari menghindar setelah pelajaran usai, namun temanmu tidak gampang dilewati. Malu, namun bahagia, saat pulang dengan seluruh tubuh berwarna putih dan berbau amis.

Kecil peluang terjadi, teman-temanmu akan pura-pura lupa hari lahirmu. Mereka akan membuatmu jengkel seharian, tidak memperhatikanmu, lalu diam-diam memberi surprise saat kamu berada di puncak kesebalanmu, seperti yang teman-teman SMA-mu sandiwarakan dulu.

Atau kejutan kue tart dan lilin, ucapan selamat membanjiri ponselmu, seperti dulu yang direncanakan teman-teman kuliahmu. Setelah itu kalian akan pergi ke bioskop, atau sekedar berkaraoke.

Apa yang kamu harapkan akan terjadi besok, teman? Berfoto bersama di studio foto, mendapatkan siraman tepung dan telur, dikerjain teman-temanmu, dihadiahi kue tart, pergi ke bioskop, berkaraoke, makan-makan?

Bukan perayaannya teman, karena setiap hari pun kamu bertambah dewasa. Pergantian hari ini dan esok akan sama saja dengan pergantian hari kemarin dan hari ini. Tanggal esok adalah initial point saja, penanda, bahwa selama kamu ada di dunia ini, kamu akan telah melewati tanggal 25 September sebanyak 22 kali.

Banyak hal luar biasa yang telah kamu lewati. Namun insya Allah akan lebih banyak lagi hari luar biasa yang akan kamu hadapi. Doaku semoga kamu senantiasa lebih baik dalam menyikapi kehidupan ini. Happy amazing birthday!

Wednesday, September 22, 2010

TOEFL Test Is About to Come

After IELTS, my friends and I are facing TOEFL tomorrow. Besok adalah tes TOEFL ITP kedua yang akan kami hadapi. Saya menginterview beberapa teman. Salah satu teman saya dari Bandung mengatakan bahwa IELTS lebih mudah daripada TOEFL (dilihat dari tingkat kesulitan soal). Salah satu teman saya di Makassar juga mengatakan bahwa IELTS lebih mudah. Teman saya tersebut bilang bahwa IELTS cenderung lebih fleksibel, misalnya di Writing, cara penilaiannya tidak terpaku, syarat-syarat penulisan tiap-tiap band cuma beti-beti, alias beda-beda tipis. Hehe. Selain itu, teman saya dari Makassar tersebut juga bilang bahwa TOEFL cenderung lebih mengecoh, karena bentuk soalnya pilihan ganda.

Berarti TOEFL besok bisa jadi lebih berat daripada IELTS kemarin. My gosh. Sementara saya sudah kehabisan bahan yang akan dipelajari untuk tes besok. Cailah. Namun bukan berarti saya sudah pinter di TOEFL yak? Haha.

Baru lima yang berpeluang besar berangkat ke negeri kincir angin. Namun lima tidak cukup, teman. Butuh minimal sepuluh. Semoga teman-teman saya yang lain akan segera memenuhi persyaratan TOEFL. Amin.

Monday, September 20, 2010

September Hujan, September Menggapai Impian

"I'm living my dream, not dreaming my life"

Quote tersebut membuat saya berpikir, dapatkah saya?

Let me dream for a moment, saya memimpikan bulan Februari nanti akan berada di negeri kincir angin, belajar di salah satu universitas terkemuka disana, menikmati indahnya bunga-bunga tulip (mungkin bulan Februari tulip belum mekar yak), memakai baju dingin tebal, tak mampu jauh-jauh dari heater, berusaha beradaptasi dengan musim dingin. Is it such a kind of dreaming my life?

Sekitar enam tahun lalu, when I was a third year student of senior high school, saya bermimpi menjadi mahasiswa fakultas kedokteran, lalu menjadi dokter, mengambil spesialisasi, sukses dengan profesi yang saya jalani. In fact, I couldn't live in that kind of dreams.

Gagal menjadi mahasiswa kedokteran, saya kembali berfikir, mau jadi apa saya nanti?

Untungnya pada waktu itu, semua berjalan seperti lagu ini,
When I was just a little girl, I asked my mother what will I be? Will I be pretty, will I be rich? It's what she said to me, "Que sera, sera, whatever will be, will be, the future is not ours to see, que sera, sera"...

Semua memberikan dukungan kepada saya, memberikan nasihat, memberikan saran. Saya kembali merajut mimpi. Menjadi mahasiswa pendidikan matematika, menjadi dosen pendidikan matematika, mendirikan taman belajar matematika bagi siswa, membuat pelajaran matematika menyenangkan bagi siswa, menuntut ilmu setinggi-tingginya, bermanfaat bagi orang lain, sukses menjalani karir di dunia pendidikan. (besides, I also want to have a great wedding party with a great person)

Sekarang apakah saya boleh bilang, I'm living my dream? Boleh bangga, in my graduation ceremony, I was the best student from mathematics education in my university. Di saat beberapa teman saya kesulitan mendapatkan pekerjaan, saya mendapatkan tawaran menjadi asisten dosen, mengajar mahasiswa. Dan sekarang, saya mendapatkan kesempatan melanjutkan studi saya di program master, dengan label internasional pula.

Ya, itu sebagian mimpi-mimpi yang sudah saya cicipi. Tentu saya tidak lantas mengangkat kepala setiap kali berpapasan dengan orang-orang. Serta merta saya dengan sadar mengingat, masih banyak sekali orang di luar sana yang jauh lebih baik dari saya.

Senang, bangga, bahagia. Mungkin akan ada kenikmatan tersendiri ketika kita berada di kondisi seperti apa yang kita impikan.

Baiklah, saya akan terus bermimpi, lalu berusaha untuk mewujudkannya.

What Blog is This?

After rereading my posts, I keep asking myself, what blog is this?

Blog biasa, dengan isi biasa-biasa. Compared with any other blog, my friends', blog ini cuma bikin saya minder. Saya tidak pandai merangkai kata-kata. Saya tidak pandai menyampaikan informasi yang bermakna. Saya tidak pandai memberikan hiburan bagi pembacanya.

Jawabannya, paling tidak saya mempunyai pena dan kertas online untuk mencurahkan apa saja yang ingin saya tuliskan.

Sunday, September 19, 2010

The Score

Hallo, happy Eid Al-Fitr folks. Holy Day this year brings so many good news. So far, the best one is about the result of my IELTS. Alhamdulillah, I get six-point-five which means enough.

Tidak terlalu muluk, sebelum pengumuman, membayangkan mendapatkan 6.5 saja saya sudah merasa sangat tidak pantas. Berdasarkan pengalaman latihan, skor listening dan reading saya adalah skor yang sangat tidak konsisten. Saya bisa saja mendapatkan 5, namun beberapa jam kemudian saya mendapat 7 saat latihan dan koreksi sendiri. Writing saya tergolong pas-pasan. Saya merasa kurang memberikan banyak informasi saat menulis di tes bagian dua. Dan speaking, saya rasa it is the worst part of my test.

Sebaran skor tiap bagian belum saya terima. Hanya saja, salah satu teman memberitahu bahwa saya mendapatkan 6.5. Ada tiga teman lain yang juga mendapatkan skor yang sama dengan saya. Sementara 9 teman lainnya berkisar antara 5, 5.5, atau 6.

There is one person who gets 5. Sedih sekali mendengarnya.

Ada dua opsi untuk mendapatkan beasiswa kerjasama kuliah di negara kincir angin (dalam hal kemampuan Bahasa Inggris, dilihat dari IELTS dan ITP TOEFL). Pertama, memenuhi persyaratan pemberi beasiswa, IELTS 5.5. Kedua, memenuhi persyaratan kampus yang dituju, IELTS min. 6.5 atau ITP TOEFL min. 580.

Berarti ada dua cara untuk berangkat, mendapatkan skor IELTS 6.5, atau mendapatkan skor IELTS min 5.5 dan ITP TOEFL min. 580.

Teman-teman yang belum mencapai IELTS 6.5 namun sudah melalui 5.5, mendapat kesempatan untuk mengikuti tes ITP TOEFL tanggal 23 September nanti. Mudah-mudahan mereka dapat melaluinya Ya Rabb.

Bagaimana dengan salah satu teman saya yang mendapatkan IELTS 5?

Sayang sekali, secara persyaratan dia tidak memenuhi persyaratan dari penyedia beasiswa. Kalaupun skor ITP TOEFL-nya nanti 580, saya khawatir dia tidak mendapatkan beasiswa. Sedih sekali mengetahui bahwa peluangnya pergi lebih kecil dari saya dan teman-teman yang lain.

Hemm. Saya tetap akan mengikuti tes ITP TOEFL (karena saya sudah membayar, hihihi). Semoga skor kali ini lebih besar daripada skor saya bulan lalu, 570. Semoga mencapai 580. Semoga teman-teman saya yang mengikuti tes lainnya juga mencapai 580. Amin.

Mengkhawatirkan mengingat syarat jumlah minimal mahasiswa yang pergi adalah 10. Menyadari sampai saat ini, baru lima orang yang memenuhi syarat berbahasa Inggris.

Monday, September 6, 2010

Happy Lebaran Day

Idul Fitri tinggal menghitung hari. Temen-temen sekelas udah pada pulang ke kampung halamannya masing-masing, a.k.a mudik. Sebetulnya ada dua temen yang nggak mudik. Salah satunya emang karena non-muslim, sehingga jika dia mudik di momen ini pun, nggak akan ada momen spesial yang menunggunya di kampung halaman East South-East-Nusa-nya. Salah satu teman lagi nggak mudik karena katanya ingin merayakan Idul Fitri di tempat baru (di tempat dimana kami kuliah).

Seumur-umur, sekalipun saya belum pernah merayakan Idul Fitri tidak bersama kedua orang tua. Rasanya sedih aja. Selagi bisa pulang, kenapa enggak? Hmm. Jadi kepikiran, apa yang sebenernya membuat teman saya yang kedua ini nggak mudik lebaran?

Dengan raut wajah yang cukup bahagia, dia bilang 'nggak apa-apa kok'. Bagaimanapun, saya sangat sedih mendengarnya. Betul, kampung halamannya cukup jauh, di Jawa Timur. Apa ya yang sebenernya dia pikirkan sementara melihat 13 orang teman lainnya satu-persatu pulang ke kampung halaman? Dia dan satu orang teman non-muslim tersebut tetap tinggal di Mess.

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk pulang ke rumah, berkumpul bersama keluarga. Jadi pengen bilang, Ibu, Bapak, saya pengeen banget selalu merayakan semua Idul Fitri-Idul Fitri bersama Ibu dan Bapak.

Selamat Idul Fitri, mohon dimaafkan segala kesalahan, lahir dan batin..

Part of Your Brain Which is More Dominant

Hari Sabtu pertama di bulan September 2010 kemarin, saya mengikuti tes IELTS, bersama temen-temen sekelas lainnya. Tes diadakan di IDP satu hari penuh. Bagian tes tertulis dikerjakan terlebih dahulu, berisi listening, reading, lalu writing. Ketiga tes tertulis tersebut dimulai sekitar pukul 8.30 WIB, sampe 11.30 WIB.

Setelah ketiga tes tertulis tersebut selesai, para peserta digilir untuk mengikuti tes speaking. Sembari menunggu giliran, Mas Badrun memberi tes kecil-kecilan. Bukan tes beneran, sekedar buat guyon menunggu giliran dipanggil buat diajak speaking-speaking.

Permainan ini untuk mengetahui otak bagian mana yang bekerja dominan, kiri atau kanan. Caranya mudah, cukup dengan menyelipkan jari-jari tangan kanan dan tangan kiri bersilangan. Setelah jari-jari bersilangan dan saling menggenggam, perhatikan posisi ibu jari. Ibu jari tangan mana yang terletak paling atas?

Jika ibu jari kanan yang terletak paling atas, maka otak kiri Anda yang bekerja lebih dominan. And vice versa. Percaya?

Welcoming



Hi Blogger! This is just a place to store my daily stories. I can easily forget what my stuff is or where I put it in. Therefore, this blog is nothing but some unimportant things about me. 

I warn you not to expect too much from this blog. 

Cheers!