Tuesday, August 6, 2019
Analogi Ritsleting
Lama digunakan dan mungkin pernah menampung beban berat serta banyak, ritsleting tasku tidak dapat menutup dengan sempurna. Ketika rits terbuka hendak ditutup dan kepala rits bergerak ke kanan, sayangnya kedua sisinya tidak saling bertaut sehingga rits tasku tetap terbuka. Tapi aku tidak kehilangan upaya. Aku coba lagi dengan merapatkan kedua sisi rits dan menggerakkan kepala rits perlahan-lahan dan berulang kali. Jika aku beruntung, maka tasku akan menutup dengan sempurna.
Meski demikian, kita tahu persis, bahwa sekuat apapun kita mengupayakan agar rits tetap tertutup, lambat laun akan ada masanya rits tidak dapat menutup lagi apapun itu yang kita lakukan. Barisan gigi-gigi ritsleting itu tidak lagi saling mencengkeram, dan jika saat itu terjadi, maka ritsleting harus diganti...
Monday, July 29, 2019
Malioboro Nol Kilometer
Bagi sebagian orang, Jogja mungkin memiliki banyak kenangan. Seperti aku, menaiki becak sepanjang Malioboro dan Kraton rasanya seperti mengenang enam tahun lalu ketika aku dan kangmas DSR masih pacaran. Tapi entah kenapa, malam itu di Titik Nol, dan saat berjalan kaki menelusuri Malioboro, mulai dari Titik Nol kembali hingga Stasiun Tugu, ingatanku tiba-tiba kembali ke masa lalu, jauh sebelum bertemu kangmas DSR.
Teman-teman masa kecilku dulu mungkin mengenal Bapak sebagai seorang yang keras. Perawakannya yang tinggi besar, suaranya yang penuh wibawa, dan termasuk agak jarang tersenyum, membuat sebagian teman-temanku takut dengan Bapak. Bapak memiliki caranya sendiri dalam mendidik anak-anak. Termasuk ketegasannya dalam mengatur waktu bermain anak-anaknya di siang hari, agar di malam harinya dapat belajar dengan maksimal. Bapak juga sering cemas menungguku pulang dari bermain dengan teman-teman. Jika aku pulang kesorean, seringkali kulihat Bapak memasang muka tanpa senyumnya berdiri di pintu depan rumah menungguku pulang.
Tahukah kamu, satu hal yang paling aku takuti bukan semata-mata amarah Bapak. Memang Bapak tidak pernah menyakiti fisik setiap kali marah kepadaku, amarahnya hanya berupa rentetan kata-kata, terkadang umpatan khas Jawa Timur jika menurutnya kelakuanku sudah melewati batas. Yang paling aku takuti adalah jika teman-temanku mendengar aku dimarahi.
Malioboro malam itu masih sangat meriah. Musisi jalanan memainkan angklung dan kolintang, memainkan lagu-lagu dengan irama merdu enak didengar. Pedagang kaki lima masih belum menutup dagangannya, padahal malam sudah mendekati pukul sepuluh.
Ingatanku kembali berkelana, sambil sekali kugendong belakang anak lanang yang mulai kelelahan berjalan kaki. Kembali ke masa-masa kelas 2 SMA, saat aku sebagai pengurus OSIS seksi keterampilan dan kewirausahaan memberikan pengumuman terkait rencana pemasangan majalah dinding edisi Valentine. Saat itu aku memasuki satu kelas yang sedang belajar Agama Islam. Ingat bagaimana Bu Guru Agama alih-alih mendukung kegiatan, malah memberiku ceramah tentang perayaan Valentine bagi umat Islam. Padahal saat itu tidak ada sedikitpun niat untuk menyinggung agama ataupun menodai agama dengan pengadaan mading. Yang kami pikirkan hanya papan mading berhiaskan ornamen berwarna pink berisi puisi, cerita pendek, info faktual, dan ucapan-ucapan kasih sayang kepada orang tua, guru, ataupun teman-teman.
Bagian terburuk adalah ketika mendapat kritik keras di depan siswa sekelas yang bukan kelasku sendiri.
Di Titik Nol Malioboro sesaat tadi, si sulung sangat sedih karena lapisan coklat es krim terlepas dari kacang hijau. Dia menangis ketika diberi penjelasan bahwa coklatnya tidak bisa menempel lagi. Aku yang mulai kesal karena setelah diberi penjelasan si sulung tetap menangis, menaikkan suara sehingga tangisan si sulung semakin kencang. Agaknya dia sangat kecewa. Sejak dari mobil menantikan memakan es krim, tapi aku larang karena es krim stick bisa meleleh dimana-mana dan takut mengotori seisi mobil. Maka dia sudah cukup sabar menunggu hingga kami tiba di Titik Nol dan duduk untuk menikmati es krim.
Ah maafkan mama, sayangku. Kamu mungkin merasa tidak nyaman mendapati beberapa orang melihatmu menangis dan kena marah.
Ketika nangisnya tak kunjung reda, aku tanya "Mas mau apa?" Lalu dia jawab, "mau peluk Mama." Aah.. jika pelukan mama bisa menenangkanmu, mama akan peluk, Nak.
Friday, July 26, 2019
Gaji Delapan Juta
Monday, July 22, 2019
Integritas
Pekerjaan suamiku, kangmas DSR, memungkinkan ia bertemu banyak orang dengan berbagai kepentingan. Ada yang mudah diajak bekerja sama, ada pula yang diem-diem masih aja cari cara supaya bisa lolos dari aturan. Iming-iming gratisan pun bertebaran. Beberapa kali sampe di rumah, meski aku yakin suamiku sudah berusaha keras menolak.
Tak bisa aku bayangkan kalau aku yang bekerja, mungkin aku udah terjerat dalam tumpukan janji-janji gratisan. Aah Alhamdulillah Kau tempatkan aku di rumah Ya Tuhan..
Kali ini, kupon-kupon yang pernah singgah di rumah harus rela menuju tempat pembuangan sampah. Dalam WA suamiku mengetik, "Besok saya belikan dengan uang yang manis." Aaah so sweet ❤
Semoga tulisan ini sekaligus menjadi pengingat di hari kemudian, agar kita selalu berusaha menegakkan integritas dimanapun berada. Aamiin..
Saturday, June 15, 2019
Weekend Escape at the Capital of Bengkulu Part 1
Menurut saya, berwisata di Bengkulu dapat dikategorikan menjadi dua 'jenis wisata' berbeda. Yakni wisata alam (pantai) dan wisata sejarah. Terakhir saya tinggal di kota Bengkulu adalah pada bulan September 2017. Sehingga, review yang saya tuliskan mengacu pada kondisi pada saat itu.
![]() |
| Spot Foto di Pantai Tapak Paderi |
![]() |
| Pantai Teluk Sepang Bengkulu |
![]() |
| Sunset di Pantai Teluk Sepang |
Wisata pantai berikutnya menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Kali ini kamu harus berkendara sedikit jauh ke arah Utara Kota Bengkulu. Masuk ke Kabupaten Bengkulu Tengah, kamu akan menemukan Obyek Wisata Pantai Sungai Suci Bengkulu Tengah (Google it to find the location). Walaupun ada kata pantai-nya, tapi sepengamatan saya, tidak ada pantai berpasir di area obyek wisata ini. Pun jika ada areanya sangat sempit dan karena lokasi obyek wisata ini berupa tebing-tebing karang yang cukup tinggi, akan sulit menjangkau bagian pantainya. Tapi pemandangan disini indah banget lhoo..
Kalau kamu sedang berlibur ke kota Bengkulu dengan waktu yang relatif singkat, tempat ini very recommended. Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, saya sarankan kamu datang menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau motor). Tidak harus menunggu sore hari untuk menikmati Pantai Sungai Suci ini, karena masih cukup banyak pepohonan rindang dan gazebo-gazebo yang dapat dipakai secara gratis. Pun kamu tidak perlu berbasah-basahan bermain air laut.
Obyek wisata ini menyajikan pemandangan batu karang berwarna coklat yang kontras dengan birunya air laut. Ada jembatan gantung yang menghubungkan daratan dengan salah satu gugusan batu karang nan rindang dengan pohon-pohon pinusnya.
![]() |
| Jembatan Gantung di Pantai Sungai Suci Bengkulu Tengah |
Cukup membayar uang sebesar lima ribu rupiah perorang untuk melewati jembatan gantung menuju pulau kecil di seberangnya. Sekedar duduk-duduk sambil menikmati segarnya air kelapa muda, suara deburan ombak yang keras menghantam karang serta semilirnya angin laut akan kembuatmu terhipnotis dan melupakan hiruk pikuk area perkotaan 😁. Ada yang bilang kalau Pantai Sungai Suci ini adalah Tanah Lot-nya Bengkulu.
![]() |
| Pantai Sungai Suci Bengkulu |
Setelah puas menikmati alam di Pantai Sungai Suci, kamu yang masih punya waktu berlibur banyak di Bengkulu dan ingin main air, bisa bergeser sedikit dari pantai ini menuju ke sebuah waterboom dan taman rekreasi yang populer di Bengkulu Tengah, yaitu Wahana Surya. Area ini sering digunakan sebagai wisata outbound dan rekreasi air bagi wisatawan setempat maupun luar kota.
Rekomendasi wisata pantai terakhir di kota Bengkulu, adalah menyewa perahu bermotor menyeberangi Samudera Hindia menuju Pulau Tikus. Berhubung penulis belum pernah kesana (karena punya baby dan lanjut hamil anak kedua), jadi tidak ada foto-foto dan review mendetil. Pulau Tikus sudah terlihat dari pesisir Timur Bengkulu. Akses terdekat adalah dari Pantai Panjang. Di pinggir jalan raya tepi Pantai Panjang ada beberapa agen tour yang menyediakan penyewaan perahu bermotor dan guide menuju Pulau Tikus. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 500.000 untuk satu perahu, yang bisa kamu naiki bersama 4-5 orang temanmu.
Sunday, June 4, 2017
Saat Aku Jadi Busui
Salah satu momen paling membahagiakan adalah saat sang buah hati lahir ke dunia. Alhamdulillah anak #2 udah lahir di penghujung bulan Sya'ban kemarin. Dan sekarang turut meramaikan bulan Ramadhan bersama.
Seiring dengan suksesnya proses persalinan, datanglah masa menyusui. Ingat saat menyusui #1 dulu, terutama saat berjuang melawan mastitis. Yang belum tahu silahkan google. Aku termasuk yang lambat penanganan dan sampai harus dioperasi kecil untuk mengeluarkan asi yang udah berminggu-minggu tersumbat di salah satu payudara. Saat antibiotik dan banyak cara udah pernah dicoba namun gagal, akhirnya harus kembali ke meja operasi saat anak #1 masih berusia 2 bulanan. Selama sakit dan setelah itu, menyusui menjadi semakin sulit. Apalagi #1 ngga mau menyusu di payudara yg sakit. Akhirnya produksi ASI di satu payudara terhenti dan #1 hanya menyusu di payudara satunya sampai 2 tahun.
Menjelang masa menyusui anak #2, aku sudah bertekad untuk mencegah dan berdoa supaya mastitis tidak datang kembali dan menyusui dengan 2 payudara bisa lancar sampai 2 tahun. Aku udah seneng pas hari pertama anak #2 lahir, asi langsung mulai keluar dan bisa inisiasi dini dibantu suami atau tenaga kesehatan.
Tapi kegalauan mulai terjadi. Hari ketiga saat masih di rumah bersalin, payudara yg dulu kena mastitis bengkak lagi. Padahal baru menyusui 3 hari dan produksi asi belum banyak. Kenapa? Aku mulai browsing mencari sumber yang dapat dipercaya. Ternyata mastitis yang tidak sembuh sempurna dapat muncul lagi saat payudara disusukan kembali. Asumsiku, mungkin sumbatan yang bikin ASI tidak lancar masih tetap ada. Tidak akan hilang kecuali terhisap keluar.
Aku berusaha sesering mungkin menyusui dengan payudara yang bengkak. Ditambah antibiotik dari dokter, doa, dan dukungan suami untuk bisa lancar menyusui. Alhamdulillaah si baby pun pinter menyusu di payudara yang bengkak tersebut. Hingga hari ini, saat #2 berusia 10 hari, bengkak berangsur hilang dan menyusui berjalan lancar.
Jadi, bagi yang pernah mengalami mastitis akut juga seperti saya, operasi untuk mengeluarkan ASI yang tertahan bukanlah penyelesaian untuk menghilangkan sumbatan di saluran ASI-nya. Satu-satunya cara untuk sembuh adalah percaya bisa menyusui dan terus susui sang buah hati hingga jalan ASI lancar kembali.
Salam semangat menyusui.
#seputarmastitis #ibumenyusui
Thursday, October 13, 2016
Expecting #2
Ternyata waktu bisa terasa lama sekaligus singkat secara bersamaan. Lama ketika hari-hari sebagian besar dihabiskan di rumah saja bersama anak pertama, yang terasa seperti itu-itu-melulu. Singkat ketika menyadari anak pertama sudah dua tahun dan sudah tidak ng-ASI lagi.
And the good news is, yes, I'm expecting for the second time. Gimana rasanya? Very happy and very blessed. Pertama karena bisa start hamil ketika si sulung udah sukses disapih. Kedua, karena kehamilan kedua ini memang ditunggu-tunggu sejak sekitar 5 bulan yang lalu.
Flashback ke jaman pacaran dengan Pak Dep. Once upon a time kita emang pernah merencanakan bagaimana kelak kehidupan pasca menikah. Bagian pengen punya anak berapa dan kapan, aku waktu itu pengen 2 sebenernya, tapi Pak Dep pengen 3, dan akhirnya aku ngalah oke 3 maksimal. 25+ usia menikah dan aku berharap usia 26 anak pertama lahir (Alhamdulillaah it's granted!), dan sekitar 3 tahun kemudian saat aku usia 29 anak kedua lahir (I do want it happen now!). Sehingga beberapa hari yang lalu saat test pack menunjukkan dua garis merah, aku seneng banget! Alhamdulillaah, You Hear my words, My Lord!
I realize that words still can't show how happy I am. Ya Rabb Yang Maha Agung, Maha Mengetahui. Engkau tentu tahu bahwa aku dan suami akan dapat menjaga titipan-Mu yang kedua. Sehingga Engkau beri kepercayaan lagi kepadaku untuk hamil. Mudahkan dan lancarkan, Ya Rabb. Mudahkan proses kehamilan hingga melahirkan. Berikanlah kesehatan keselamatan kepadaku dan buah hatiku. Aamiin aamiin Ya Rabbal 'Alamiin..
Dari sini aku tahu, bahwa apa yang kita ucapkan bisa menjadi doa. Percakapan 3-4 tahun yang lalu, diucapkan via telepon, dan sebenarnya tidak terlalu aku ingat. Ternyata semua Dicatat oleh Sang Maha Pengingat.
Have a happy pregnancy! 😍
Saturday, September 24, 2016
Awal Sapih
Bisa dibilang hari perdana sapih Danish, karena hari ini Danish betul2 stop asi.. rencana awal sebenernya ngga mau frontal stop asi.. pengennya bertahap.. mulai dari ngurangi frekuensi asi siang hari, stop asi siang hari, sampe akhirnya betul2 stop asi siang malam..
Hari Selasa 20 Sept kemarin sebenernya udah mulai ngurangi asi siang hari.. Selasa-Rabu Danish udh bisa asik main siang hari, sampe akhirnya cuma minta asi pas mau tidur siang.. sebelumnya dia jg udh dikenalin UHT, dan kmrn sempet seneng jg krn dia ambil susu kotak sendiri dan diminum sendiri sampe habis 2 kotak kecil..
Tetiba Rabu sorenya dia panas.. emaknya ngga tega buat lanjutin proses sapih karena si bayik nafsu makannya menurun drastis.. akhirnya Rabu dan Kamis malem hampir ngga putus asi..
Puncaknya Jumat malem.. panasnya Danish udah turun, suhu badannya udah nyaris normal lagi.. aku yang udah kelelahan banget ngasi malem itu (dan jg malem sebelum2nya), karena nyaris tiap satu jam sekali Danish bangun tengah malem dan minta asi.. lamanya ngasi juga nggak cukup 10-15 menit.. kadang sampe aku tertidur hingga kebangun lagi masih diempeng juga.. akhirnya Sabtu dini hari Danish minta asi aku alihkan minum air putih atau susu.. anaknya meronta2 dan nangis minta asi sampe sekitar satu setengah jam.. saat itu asinya emang udah kering karena dimimik terus, jadi menurutku minum air putih atau susu adalah pilihan terbaik.. akhirnya Danish berhasil tidur lagi tanpa asi.. eeh.. sejam kemudian kebangun lagi dan nangis lagi.. tapi ngga selama sebelumnya, kali ini digendong2 sebentar terus tidur..
Siang harinya, mungkin dia udah merasakan kalo merengek2 minta asi bakal useless.. aku juga terus kasih pengertian kalau sekarang Danish sudah besar, dan sudah nggak minum asi lagi.. akhirnya dia lebih sering minta minum air putih.. dan entah kenapa, tetiba dia ngga mau minum susu.. sejak panas kemarin.. tapi melihat kuantitas pipisnya Danish, aku rasa minumnya udah lumayan cukup.. jadi aku lanjutkan proses sapih..
Sapih siang berhasil.. meski anaknya masih agak lemes2 pasca pemulihan demam.. sampe malem ini juga masih aman sapihnya saat diajak foto sambil beli donat di bakery kesenengannya (aslinya bakery kesenengan emaknya 😅)..
Tapiii.. drama minta asi dimulai lagi malem saat perjalanan pulang di dlm mobil. Nyaris goyah emaknya dan pengen ngasih asi. Tapi suami meyakinkan kalau this is it. Sekaranglah waktunya buat sapih. Sesampainya di rumah, Danish digendong2 dan akhirnya tidur.
Berat sih awal sapih gini. Nggak tega, males repot ngadepin rewelnya, nyari2 cara buat bikin si bayik tidur, dan sebagainya. Tapi setiap ibu menyusui pasti mengalaminya. Iya, sooner or later sapih pasti tiba, dan nyaris tidak ada yang lulus sapih mulus tanpa drama. Jadi, emang kudu setrong.
Mama papa love you, anakku.. walaupun mama udah nggak kasih asi, mama sayaaang banget kok sama Danish.. selalu.. tumbuh sehat dan makin pinter ya nak.. 😙😙
Wednesday, July 27, 2016
Sehelai Memori
Jika memang ada, ingin sekali rasanya memiliki sebuah pensieve, ramuan ajaib, serta sehelai rambut yang bisa digunakan untuk menyimpan atau sekedar berjalan-jalan kembali ke masa lalu. Beberapa terasa seperti masih sangat dekat, seolah baru kemarin.
Waktu itu saya dan mahasiswa baru lainnya sedang mengikuti kelas Kalkulus I. Suasanya kelas tampak lengang, sebagian besar mahasiswa hanya menunduk dan hampir tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dosen pengajar. Yang terdengar hanyalah derap sepatu kulit warna hitam sang dosem yang berjalan cepat di depan kelas, lalu ke belakang, lalu kembali lagi ke depan. Sambil terus berbicara dengan penuh semangat, lalu mengulang beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang tidak ada variabel x, y, atau z-nya, tidak juga ada kata limit, turunan, maupun integral. Tidak ada angka.
Sama seperti mahasiswa lain, saat itu saya kesulitan mengikuti arah pembicaraan sang dosen. Seperti sedang menghubung-hubungkan tentang materi yang akan dipelajari, juga memotivasi, juga disertai pertanyaan-pertanyaan singkat yang sepertinya sepele tapi entah kenapa terasa begitu susah dan tidak ada satupun yang menjawab. Tapi saya yakin pasti banyak yang ingin disampaikan sang dosen, hingga suaranya terdengar secepat derap sepatunya saat berjalan di dalam kelas. Sangat bersungguh-sungguh.
***
Lama berselang, di suatu kesempatan berbeda beberapa tahun kemudian. Masih terasa hangatnya tumpukan kertas setelah keluar dari mesin fotokopi. Berpacu dengan waktu yang semakin malam, sementara sidang akhir tinggal menghitung jam. Dengan penuh harap saya hubungi sang dosen agar bersedia ditemui dan membaca hasil kuliah saya selama dua tahun, sebelum diuji keesokan harinya. Akhirnya draft tesis berhasil saya serahkan.
Keesokan harinya sebelum sidang, draft tesis saya telah menjelma penuh catatan dan lipatan-lipatan. Nyaris dari awal sampai akhir section ada catatan dari sang dosen. Kecewa? Tidak! Sama sekali tidak. Dibandingkan dengan euforia lulus sidang dengan nilai A yang diumumkan hari itu juga, catatan-catatan dari sang dosen adalah yang paling berkesan. I don't know why, but that means a lot to me.
***
Bulan-bulan berikutnya saya dapat kesempatan untuk belajar mengajar di beberapa kelas sang dosen. Sementara saya duduk memperhatikan layaknya seorang mahasiswa baru, saya dengar kembali derap sepatu kulitnya. Suasana kelas yg mendadak lengang. Suaranya yang cepat secepat langkah kakinya. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang hampir tak satupun mahasiswa mampu menjawab.
Tidak seperti beberapa tahun lalu, kali ini saya lebih paham. Pertanyaan-pertanyaan sang dosen tidak sulit. Mudah dijawab. Dan setiap kali memulai pelajaran selalu disertai dengan kata-kata motivasi yang apik. Mungkin dulu saat sedang menjadi mahasiswa baru saya belum betul-betul terbuka hati dan pikiran untuk dididik. Tapi kali ini saya tahu, he's the real teacher!
Sunday, June 5, 2016
Perlukah Memaksakan Anak untuk Makan?
Mohon maaf sebelumnya jika isi tulisan saya bertentangan dengan apa yang Anda yakini sebelumnya. Harap dibaca dengan pikiran terbuka. Keep smile 😄
---
Belakangan di timeline Facebook banyak yang share sebuah postingan tentang cara menyikapi anak yang tidak mau makan nasi. Mereka sebut anak bule. Anak bule yang diceritakan ini memiliki kecenderungan lebih suka makan makanan non-nasi, seperti roti dan buah. Kesukaannya terhadap makanan non-nasi inipun didukung oleh pendapat dokter anak yang membolehkan anak memakan makanan tersebut.
Saya setuju. Saran dokter tersebut bagus banget. Karbohidrat bisa ditemukan dari makanan lain selain nasi. Protein, lemak, dan vitamin serta mineral pun banyak macamnya di alam kita ini. Silahkan makan apa saja yang disukai, ASALKAN BERNUTRISI.
Namun sayangnya beberapa masyarakat yang merespon postingan ini mengambil kesimpulan berbeda dengan apa yang saya yakini. Beberapa membenarkan sikap anaknya yang hanya mau makan satu makanan tertentu, sebut saja pisang. Beberapa ada yang membiarkan anaknya tidak makan sampai dia minta makan sendiri.
Maaf saya ingatkan, membiarkan anak tidak makan dengan membiarkan anak memilih makanan yang disukainya itu berbeda, ibu-ibu.
Membiarkan anak tidak makan untuk waktu yang cukup lama dapat memicu peningkatan asam lambung, karena lambung terlalu lama kosong tanpa ada yang dicerna. Sementara hanya memberikan satu atau dua jenis makanan tertentu dalam waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan anak kekurangan asupan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya.
---
Kesukaan terhadap makanan tertentu mungkin memang naluriah terbentuk. Tapi kebiasaan dan sikap untuk menghargai semua makanan yang telah disajikan sangat mungkin untuk ditanamkan sejak dini.
Ada benarnya nasihat orang tua terdahulu, tatkala anak atau cucunya susah makan. "Ditelateni." Iya, telaten kuncinya. Mari ibu-ibu, jika beberapa anak kita tidak suka nasi, ganti dengan roti atau jagung atau lainnya. Jika tidak suka ayam goreng, ganti dengan nugget ayam. Jika tidak suka wortel yang disayur, ganti dengan jus wortel. Jika tidak suka brokoli, ganti dengan sayur bayam atau sumber protein dan zat besi lainnya.
Salam semangat dari ibu yang juga terus belajar serta berdoa agar sang anak tumbuh sehat, sholeh, dan ceria. Aamiin.
Saturday, June 4, 2016
The Road not Taken
Tetiba keinget dengan puisi terkenal yang disampaikan Professor saya dulu, kemudian berpikir, did I take the one less travelled by?
Masih, sampai kini, di usia dimana kebanyakan orang sudah memiliki pekerjaan dan karir yang matang, saya bertanya-tanya, mau jadi apa saya nanti?
Pernah suatu ketika saya membayangkan menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus bussinesswoman dengan sebuah clothing line pakaian bayi dan anak. Telaten mengurus bisnis sambil tetap dekat dengan anak. Mengantar jemput, meluangkan waktu untuk menemui gurunya di sekolah sekedar untuk memantau pergaulan dan perkembangannya. Menemaninya les musik atau berenang. Berkenalan dengan teman-temannya. Ah, sungguh indah dapat selalu menemani dan memantau si buah hati. So sweet.
Pernah juga saya membayangkan akan menjadi seorang wanita karir yang bekerja from 8 to 5 di sebuah kantor negara. Dimana waktu paginya saya sempatkan mengantar anak sekolah, dan siangnya di sela-sela waktu istirahat bisa mengajak anak makan siang bersama. Kemudian mencarikan tempat les sekaligus taman bermain untuknya di siang hingga sore hari sambil menunggu mamanya pulang kerja. Serta mengajak seorang kerabat terpercaya yang mampu mengawasi anak beberapa jam di rumah serta mengerjakan sebagian pekerjaan rumah. Aaah what a hectic but challenging day.
Pernah juga saya membayangkan kelak memiliki sebuah sekolah atau yayasan atau tempat bimbingan belajar dimana nanti anak saya ikut belajar disana. Kurikulumnya saya susun sedemikian rupa sehingga anak dapat belajar tanpa beban. Penuh ceria dan antusias menerima ilmu baru. That would be fun!
Jalan di depan masih panjang. Mungkin saja indah, mungkin sedikit terjal. Menyisakan beribu pertanyaan tentang apa yang akan saya temui disana nanti.
--Bengkulu menjelang Ramadhan--
Wednesday, April 9, 2014
Yes, I'm Pregnant!
Am I Pregnant?
Berikut ini adalah repost dari evernote. Belakangan saya lebih suka ngepost disana karena lebih praktis, seperti di memo atau notepad. Selamat membaca guys!
---------------
Tanggal 3 Februari 2014 saya mulai menyadari bahwa tanggal datang bulan saya lebih lambat dari biasanya. Dengan siklus menstruasi 28 hari, seharusnya akhir Januari sekitar tanggal 27-29 tamu saya sudah datang. Dua hal yang terpikirkan di pikiran saya. Pertama, apakah ada 'gangguan' sehingga datangnya tidak sesuai jadwal? Seperti sebulan sebelum menikah, tamu saya datang satu minggu lebih awal. Kedua, apakah saya hamil? Ya, setelah sebulan mengarungi bahtera rumah tangga baru, bagian kedua ini tentu akan menjadi satu berita bahagia.
Segera saya menguji lewat alat uji kehamilan. Ternyata dua garis! Garis pertama berwarna merah gelap sedangkan garis kedua berwarna merah muda tipis.
Di hari berikutnya saya uji sekali lagi dengan test pack baru, lagi-lagi dua garis. Alhamdulillaah, saya dan suami berpandangan sambil tersenyum bahagia. Berikutnya hari Rabu, tanggal 5 Februari 2014, saya dan suami untuk pertama kali mengunjungi dokter spesialis obsgyn.
Sedikit kecewa saat melihat layar USG 2D, karena sang gumpalan darah belum terlihat. Keterbatasan alat USG membuat kami harus bersabar menunggu 2-4 minggu ke depan untuk memastikan betul-betul ada kehidupan di dalam rahim saya. Tanda-tanda kehamilan yang sering ditemui pada ibu hamil kebanyakan seperti mual dan muntah pun belum terlihat. Saat itu saya baru merasa sedikit letih, sering buang air kecil, dan payudara yang lebih kencang dari sebelumnya.
Saya pun terus berdoa supaya saya betul-betul hamil dan menjaga asupan gizi layaknya ibu hamil.
Saturday, November 30, 2013
Serving Beverages
Musim mangga gini, rada bosen juga kalau mangga cuman dimakan gitu aja atau dibikin original mango juice terus. Pas buka kulkas kebetulan masih ada Nescafe Cappuccino, dan muncullah ide gila untuk nge mix-match kedua ingredients tersebut. Saya sebut ide gila karena selama ini belum pernah terlintas di imaji saya untuk bikin duet maut dua bahan itu. Daripada sakit perut, akhirnya saya cari beberapa referensi di internet terlebih dahulu.
Rupanya udah banyak kreasi minuman berbahan kopi, mingled with some tropical fruits, dan of course dengan mangga! Salah satunya saya baca dari sini. Rasanya seger dan bau kopi! (iyalah ciin). Truthfully, agak aneh rasanya di lidah. But that's not a bad idea.
Kemarin saya ngirisin jahe lalu direbus sama daun teh melati, disaring, ditambahin madu dan sedikit gula. Jadilah teh madu jahe.
![]() |
| Teh Madu Jahe dari sini |
Thursday, November 28, 2013
Hampir Akhir Semester
"Mengundurkan diri?" ibu petugas di bagian surat-menyurat fakultas pengen mengulik lebih dalam. Dengan tegap saya duduk di depan sang ibu dan menjelaskan bahwa saya akan diboyong kakanda ke domisilinya sekarang dan memutuskan berhenti setelah SK mengajar semester ini berakhir. Saya ingin jadi istri yang baik, Bu (tambah saya dalam hati) ::blushing::
Terlewati sudah kebimbangan untuk mengusulkan nomor induk dosen negeri yang berkecamuk sejak awal semester ini. Namun kegalauan atas pertanyaan seperti apakah nanti saya masih menjalani profesi yang sama belum juga kelihatan jalan terangnya. Beberapa rekan mengajar menyarankan untuk urus NIDN sebenernya. "Sayang cin, cum-nya bisa ditambahin untuk naik golongan". Sempet terkatung-katung, akhirnya sampai surat pengunduran diri dilayangkan, usul NIDN saya ikhlaskan. Semoga mendapat gantinya yang lebih baik, seperti kata ibu bagian surat-menyurat tadi. Mohon dikabulkan, Ya Rabb. Aamiin..
Terbayang bagaimana perasaan mahasiswa dan rekan-rekan mengajar yang nanti saya tinggalkan. Akankah saya meninggalkan kesan baik bagi mereka. Akankah di kemudian hari saya temui orang-orang dan lingkungan kerja yang menyenangkan seperti yang baru saja saya dapati?
--see you better world!--
Wednesday, September 25, 2013
Happy Birthday
Senang sekali hari ini setelah membaca beberapa ucapan selamat ulang tahun dari keluarga, dari teman, dan juga murid-murid. Semoga doa-doa yang disebutkan diijabah oleh Sang Maha Kuasa, dan semoga doa yang sama diberikan kepada semua yang menyebutkan. Aamiin.
Jika satu abad dibagi menjadi empat interval waktu, usia 25 tepat menjadi kuartil pertama. Dan saya mulai memasuki seperempat abad yang kedua. Mungkin akan ada banyak peralihan atau perubahan saat memasuki interval baru ini. Status perkawinan, tempat tinggal, tempat kerja, teman-teman baru, lingkungan baru, kesibukan baru.
Happy birthday to me. Grow wiser, grow better.
Tuesday, September 24, 2013
The Engagement
Monday, August 19, 2013
[mumpung masi Syawal] Selamat Idul Fitri
A Courage to Start
Satu dua pertanyaan mudah dengan tipe serupa diberikan berulang kali. Pun sebagian besar mahasiswa kesulitan. Lembar jawabannya kosong. Beberapa terlihat mencoba namun tak menemukan jawaban, beberapa lainnya terlihat sama sekali tidak ambil pusing dengan pertanyaannya, malah serta merta berkomentar kalau soalnya terlalu sulit.
Yang saya lihat, sebagian dari mereka yang mengatakan sulit bahkan sama sekali belum terlihat seperti sedang berpikir atau mengerjakan soal. Misalnya dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pola bilangan, mahasiswa diminta untuk menentukan jumlah 20 suku pertama dari sebuah deret aritmatika,
1, 3, 5, 7, 9, ...Sebenarnya ada banyak cara untuk menyelesaikan soal tersebut. Semua orang bisa menyelesaikannya, bukan hanya mereka yang mendapatkan nilai tinggi untuk matapelajaran matematika di pendidikan menengah. Dengan satu persatu mendaftar bilangan hingga bilangan ke-20 lalu menjumlahkannya, tentu permasalahan selesai. Atau mungkin cara lain, dengan mengamati pola hasil penjumlahan beberapa bilangan, kita akan menemukan pola bahwa jumlah n bilangan pertamanya sama dengan kuadrat dari n.
Ambil saja dua bilangan pertama, jika dijumlahkan hasilnya adalah 4, atau 2 pangkat 2.
Tiga bilangan pertama, jika dijumlahkan hasilnya adalah 9, atau 3 pangkat 2.
Empat bilangan pertama, jika dijumlahkan hasilnya adalah 16, atau 4 pangkat 2.
Dan seterusnya, sehingga jumlah dari 20 bilangan pertama adalah 20 pangkat 2, yaitu 400.
Beberapa mahasiswa tidak mau memulai. Mulai mencari solusi dari apa yang mereka ketahui terlebih dahulu.
Kadang kita merasa bahwa sesuatu yang belum pernah kita alami terlihat susah. Tapi ketahuilah, kadang sesuatu yang kita takuti tidak seseram yang kita bayangkan. Mulai, lanjutkan, selesaikan!













