Showing posts with label Somewhat Motivating. Show all posts
Showing posts with label Somewhat Motivating. Show all posts

Wednesday, August 10, 2011

Mbak Kepada Adiknya

Browsing-browsing seputar member terbontot Super Junior, Kyuhyun, saya nemu postingan dari livejournal ini (yang postingannya juga nemu dari postingan lain, yang postingan lain itu juga nemu dari sana-sini). Keasliannya mungkin rada diragukan, mengingat postingan itu nemu dari postingan yang nemu untuk yang keberapa lagi, dan juga bukan postingan asli karena udah dialihbahasakan dari bahasa aslinya. Tapi isinya bagus. Makanya saya post disini (ups, bagus disini artinya nggak jelas ya, mengingat postingan-postingan yang dipos sebelumnya sebagian besar isinya nggak jelas).

Postingan di jurnal yang saya temu itu berbahasa Inggris, postingan aslinya kemungkinan besar berbahasa Korea karena diambil dari cyworld berbahasa Korea milik mbaknya si member terbontot itu. Postingan di jurnal itu udah lama di post, tertanggal 23 Agustus 2008. Kabarnya postingan aslinya diposkan sekitar Mei 2008. Sebenernya saya ingin menerjemahkan ke bahasa Indonesia saja, tapi kok kedengerannya aneh dan jadinya kurang menyentuh. Baiklah, saya copy ulang saja dari jurnal tersebut, tetap berbahasa Inggris. Semoga postingan ini bisa 'menyentuh' hati mbak-mbak yang sedang jauh dan rindu sama adiknya.

At 5.55am in the morning, I was awoken by the "smile" ringtone…(lol, its Kyu's Smile, so sweet)

Monday, August 8, 2011

Kaos Bola

Sekitar dua minggu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi tiga kota di Italy. Masih dalam rangka libur Summer yang singkat, saya dan temen-temen memanfaatkan liburan sebelum puasa dan juga sebelum Summer school pertengahan bulan nanti. Yah, berhubung biaya perjalanan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan berangkat dari tanah air tercinta.

Salah satu kota yang dikunjungi di tour 3 kota di Italy adalah Milan. Kota dengan dua buah tim sepak bola papan atas, yaitu AC Milan dan Inter Milan. Sesampainya di kota Milan, bahkan belum menaruh tas gendong yang begitu berat di penginapan, saya dan rombongan langsung berlari menuju stadion San Siro, atau yang dulu dikenal dengan stadion Giuseppe Meazza.


Stadionnya ya kayak stadion ya. Hehe. Habis mengelilingi stadion yang rumputnya lagi digunduli dan menilik ruang istirahat para pemain dua klub hebat tersebut, saya berkunjung ke fans shop, yang lokasinya juga di samping stadion. Berhubung Dek Bryan yang keren minta dibawakan kaos Inter Milan.

Thursday, May 19, 2011

Kisah Rumput dan Pohon Oak

Ini cerita tentang pohon oak yang sombong dan rumput. Hmm, yang kurang familiar dengan pohon oak, mari dengarkan deskripsi kecil saya sejenak. Pohon ini memiliki karakteristik yang sedikit sama dengan pohon beringin: memiliki batang yang kokoh dan akar yang panjang serta kuat.




Suatu hari hiduplah sebatang pohon oak dan rerumputan di pinggir sungai yang jernih. Walaupun sendiri, pohon oak tersebut tumbuh dengan kokohnya di antara rerumputan yang pendek. Jika angin kencang datang, pohon oak tetap berdiri sombong sementara para rumput akan merunduk untuk menghindar. Sang pohon oak bertanya, "Hey rumput, mengapa kalian selalu merunduk setiap kali angin datang?" Lalu para rumput menjawab dengan rendah hati, "Menurut kami, merunduk akan terlihat lebih sopan."

Hari berganti hari. Sang pohon oak tetap dengan sombongnya berdiri setiap kali angin kencang berhembus, sementara rumput tetap merunduk. Suatu kali, badai yang luar biasa kencang mendatangi sang pohon oak dan rerumputan. Para rumput tetap merunduk serendah-rendahnya, dan sang pohon oak tetap berdiri dengan sombongnya. Pohon oak dan angin yang luar biasa kencang tersebut terlihat bergelut hebat. Sekuat apapun sang pohon oak untuk tetap berdiri, akhirnya angin bisa mengalahkannya. Akar panjang dan kuat milik sang pohon oak terangkat ke permukaan tanah, batang yang sebelumnya kokoh itu akhirnya tumbang.

Ketika angin kencang sudah lewat, sang pohon oak sombong yang hampir meninggal itu berkata, "Mengapa ini terjadi padaku?" Lalu para rumput merundukkan batangnya lagi memberi penghormatan terakhir kepada pohon oak.

-fin-


Haduuu, ceritanya berakhir tragis ya. Padahal kalo si pohon oak tetep hidup, ceritanya akan lebih seru. Mungkin mereka akan menghabiskan waktu tua bersama-sama, menikmati udara pagi yang segar dan udara sore yang menenangkan. #apasih

We must survive, guys! SURVIVE! Menurut saya ya, berhasil itu bukan dilihat dari seberapa banyak uang yang seseorang miliki ataupun seberapa tinggi skor yang dicapai. Orang yang berhasil adalah mereka yang tau bagaimana cara untuk tetap berdiri, atau cara untuk berdiri lagi setelah terjatuh berkali-kali.

Banyak cara untuk tetap berdiri kok guys. Apakah seperti rumput, giving up and going back again, ataukah seperti pohon oak yang menguatkan akar dan batangnya. Atau masih banyak lagi.

Salam semangat!

Thursday, March 17, 2011

Read It Again

In the end, it's still best to wait for the one you want rather than settle for what is available. It is still best to wait for the one you love rather than settle for the one who is around. It's still best to wait for the right person, because life is too short to waste on the wrong one..

Friday, January 7, 2011

Perbanyak Tahajud

My friend recommends me to do Tahajjud as many as possible..

Sholat tahajud adalah sholat yang dikerjakan di waktu malam, setelah sholat fardhu Isya' (disarankan setelah tidur) dan sebelum waktu Shubuh. Ehm, banyak deh rujukan sholat tahajud yang bisa ditemukan lewat buku atau search engine. Tinggal masukkan keyword, lalu enter, muncul semua deh.

Jadi tiga hari yang lalu salah satu temen saya menelepon. Kaget. Ternyata dia yang udah empat tahun pacaran, sedang bermuram durja. Kekasihnya mendua. Jegerrr.. Panjang lebar dia bercerita, dan saya hanya mendengarkan sebagai pendengar setia, merespon sedikit-sedikit sekedar untuk menenangkan hatinya atau mengingatkannya untuk tidak lupa menarik nafas selagi berbicara. Saya tahu, sedih sekali rasanya. Beberapa kasus membuat saya bertanya-tanya, adakah pria setia di dunia ini? Lagi, membuat saya sedikit menjadi 'paranoia' setiap kali melihat sepasang sejoli jalan berdua, 'apakah kekasihnya betul-betul setia?' atau 'betapa kasihannya perempuan itu jika ternyata kekasihnya tidak sebaik yang dia kira'.

Hari berikutnya saya mencoba membuatnya tersenyum kembali. Menemaninya melakukan kegiatan seru yang mungkin dapat sedikit mengalihkan pikirannya, walau terkadang raut muka kecewa sering muncul di wajahnya jika kami sesekali kehabisan bahan bicara.

Apa yang kami, para wanita, sebaiknya lakukan? Perbanyak tahajud. Tentunya dengan tidak mengabaikan yang wajib. Karena salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah di sepertiga malam terakhir. Maka berdoalah wahai para wanita. Baik yang sudah memiliki pacar, ataupun yang masih betah melajang, agar diberikan kekasih yang kelak akan menjadi kekasih terakhir di hidupnya. Yang terbaik baginya, bagi agamanya, bagi keluarganya, bagi masa depannya.

I'm waiting..

Saturday, January 1, 2011

Semangat Mbah Demes

New hope, new spirit.. Wishing for the best in this year and the following years..

Mbah Demes. Bingung cara bacanya? 'De' dibaca seperti saat kita membaca 'dewa', dan 'mes' dibaca seperti membaca 'mesin'. Ya, Mbah Demes.

Mbah Demes adalah tetangga saya. Batas paling belakang rumah saya bertemu dengan batas belakang halaman rumahnya. Namun karena rumah saya sekarang sudah dipager sampai ke belakang-belakang, untuk menuju rumah Mbah Demes harus melalui jalan memutar yang sedikit jauh.

Mbah Demes memiliki dua orang anak, keduanya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah mereka yang baru. Sementara suami Mbah Demes sudah lama meninggal, kalau tidak salah, dulu saat saya kelas 1 SMA.

***

Saya heran melihat dua karung beras di dekat lemari dapur. Satunya berisi beras sekitar 30 kilogram, satunya sekitar 5 kilogram. Saya tahu, dua hari yang lalu beras 30 kilogram pesanan Ibu baru saja diantar ke rumah. Lalu saya bertanya, dari mana karung beras yang satu itu? Kata Ibu dari Mbah Demes.

Mbah Demes bukanlah seseorang yang kaya dalam harta. Di usianya yang sudah senja, beliau tidak mengharapkan uang pemberian anak-anaknya. Beliau dengan gigih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri. Membantu bertani para tetangga lainnya yang memiliki sawah cukup luas, memelihara bebek yang tidak terlalu banyak di halaman belakang rumahnya.

Saya lalu bertanya kepada Ibu, "Eh tumben, Mbah Demes kok nganter beras, lagi panen ya?"

"Dua hari yang lalu Ibu mesen bebek sama Mbah Demes, tapi ternyata udah ada yang duluan pesen," gitu kata Ibu.

Heran. Mesen bebek, dapet beras.

Kemarin saya memang mengantarkan among-among ke rumah Mbah Demes. Apa iya, lantaran baru dapet among-among dan pesenan bebek Ibu tidak dapat dipenuhi, Mbah Demes lalu mengantarkan beras kepada kami.

"Mbah Demes baik banget ya.." beberapa menit kemudian saya membalas perkataan Ibu.

Mbah Demes mungkin kekurangan finansial, tapi "Mbah Demes itu orang yang kaya hati," begitulah kata Ibu.

Pernah menyaksikan acara Tolong di televisi? Kadang saya bertanya-tanya, apakah orang yang membantu saudaranya, sementara dia sendiri kekurangan itu betul-betul ada? Rasa iba saya saat menonton acara tersebut tidak sebesar saat mengalaminya sekarang.

Marilah di tahun baru ini, kita saling mengintrospeksi diri, sudah seberapa banyak bantuan yang dapat kita beri kepada sesama? Dan semoga kita bisa menjadi orang yang kaya hati..