Salah satu dari sekian banyak makanan favorit saya adalah sate. Mengapa sate Madura begitu menggoda?
Pertama aromanya. Dulu itu, entah itu adalah pertama kalinya saya diajak membeli sate, atau entah itu pertama kalinya saya menyadari betapa harumnya asap sate (gyaa, asap!). Suatu sore hari, mungkin sekitar pukul 5 sampai 5.30 sore, karena waktu itu lampu jalan belum menyala, serta orang-orang belum menghidupkan lampu-lampu rumah. Saya berdiri dengan senangnya di depan vespa biru milik Bapak. Rambut saya yang waktu itu nggak pernah lebih dari sebahu berkibar-kibar. Aah, angin sore begitu indah.
Lalu Bapak berbelok ke sebuah warung di pinggir jalan raya di deket pasar kecamatan. Warung yang mengeluarkan asap hingga ke pinggir jalan. Herannya, wangi asapnya enak banget. Harum, seperti sesuatu yang saya kenal!
Di tempat dimana asap itu berasal, berdirilah seorang bapak berkumis, bertopi aneh, serta salah satu bola matanya terlihat seram. Belakangan saya baru tau kalo bapak penjual sate itu katarak. Bapak berkumis pak raden itu sedang mengipas-ngipas sesuatu. Aha! Sate! Ternyata asap itu adalah asap sate. Setelah itu, tiap kali tau kalo Bapak atau Om saya (adiknya Ibu) hendak pergi membeli sate, saya selalu pengen ikut. Demi mencium asap sate. Hwahahaha.
Kedua, tentu rasanya. Saya suka sate berbumbu kacang dan berkecap. Tapi saya kurang suka sate yang berkecap saja, atau sate dengan bumbu kacang saja. Saya suka kalo bumbu kacangnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu halus. Lebih enak yang terasa "kres-kres" gitu. Hehehe. Pokoknya sate madura bapak berkumis di deket pasar kecamatan waktu itu terasa T.O.P B.G.T.
Sebelum sekolah pun saya sudah tergila-gila pada sate. Tiap kali sakit, saya selalu minta dibelikan sate. Nggak ada sate, nggak makan. Nggak ada sate, belum sehat. Tapi herannya, setelah makan sate, saya waktu itu merasa lebih sehat. Lalu segera sembuh. Aneh ya.
Hari ini, saya bikin sate sendiri. Walaupun nggak seenak sate-sate yang pernah saya coba sebelumnya, rasa sate ini cukup mengobati rasa rindu kepada keluarga, kepada kampung halaman, kepada semuanya.
Have a very warm Sunday!
Sunday, September 25, 2011
Saturday, September 24, 2011
I Wish..
Tahun ini adalah tahun yang sangat baik. Dia yang begitu murah hati memberi saya lebih dari 5/6 tahun di tempat yang dulu sangat ingin saya datangi.
(Nostalgia dulu ya..)
Secara kebetulan, saya dan temen-temen SMA dulu menyebut Amsterdam sebagai singkatan dari Anak Merasi Terdalam. (Heh? Jangan ketawa ya..!). Nelly, Rica, Santy, I miss you and those moments again! Betapa dulu kami ingin sekali memegang bunga tulip, membaui wanginya (eh ternyata nggak ada wangi-wanginya blas), serta berpose di samping kincir angin. Pernah suatu hari, kami berempat sama-sama mendekorasi majalah dinding SMA edisi Idul Fitri. Di bagian tengah atas, kami membuat gambar kincir angin yang berdinding batu-bata ke-orange-an, didampingi tulisan, "Angin Wuzz mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.."
Pernah juga pada suatu hari di ulang tahun saya di kelas dua SMA. Siang itu saya sedang duduk-duduk bersama keluarga di rumah. Tiba-tiba salah satu temen SMA, satu tingkat di atas saya, cowo, namanya Joko, dan salah satu temennya dateng ke rumah saya dengan membawa sebuah kardus besar. Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, dia lalu buru-buru pulang. Ternyata ada sebuah miniatur kincir angin yang terbuat dari karton di balik kardus besar itu. Lucu sekali.
Betapa senengnya karena Dia yang begitu baik telah mengantarkan saya kesini. Bolehkah meminta yang lain lagi? Bolehkah meminta yang lain juga, selain apa yang saya pinta di setiap doa-doa harian saya?
Saya ingin lulus ujian geometry. Saya ingin tamat kuliah tepat waktu dengan nilai yang baik. Saya ingin ke Korea Selatan, Bunaken, dan Karimunjawa. Saya ingin punya mobil yang dibeli dengan uang sendiri. Saya ingin punya i-Phone model terbaru, juga dibeli dengan uang sendiri. Saya ingin bisa bikin buku matematika sekolah. Saya ingin jadi tim inti di lembaga research pendidikan matematika. Saya ingin bikin rumah makan khusus ikan gurame di depan kolam gurame Bapak. Saya ingin bikin tempat les matematika sekolah untuk siswa SD dan SMP buat Ibuk.
Happy amazing birthday!
(Nostalgia dulu ya..)
Secara kebetulan, saya dan temen-temen SMA dulu menyebut Amsterdam sebagai singkatan dari Anak Merasi Terdalam. (Heh? Jangan ketawa ya..!). Nelly, Rica, Santy, I miss you and those moments again! Betapa dulu kami ingin sekali memegang bunga tulip, membaui wanginya (eh ternyata nggak ada wangi-wanginya blas), serta berpose di samping kincir angin. Pernah suatu hari, kami berempat sama-sama mendekorasi majalah dinding SMA edisi Idul Fitri. Di bagian tengah atas, kami membuat gambar kincir angin yang berdinding batu-bata ke-orange-an, didampingi tulisan, "Angin Wuzz mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.."
Pernah juga pada suatu hari di ulang tahun saya di kelas dua SMA. Siang itu saya sedang duduk-duduk bersama keluarga di rumah. Tiba-tiba salah satu temen SMA, satu tingkat di atas saya, cowo, namanya Joko, dan salah satu temennya dateng ke rumah saya dengan membawa sebuah kardus besar. Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, dia lalu buru-buru pulang. Ternyata ada sebuah miniatur kincir angin yang terbuat dari karton di balik kardus besar itu. Lucu sekali.
Betapa senengnya karena Dia yang begitu baik telah mengantarkan saya kesini. Bolehkah meminta yang lain lagi? Bolehkah meminta yang lain juga, selain apa yang saya pinta di setiap doa-doa harian saya?
Saya ingin lulus ujian geometry. Saya ingin tamat kuliah tepat waktu dengan nilai yang baik. Saya ingin ke Korea Selatan, Bunaken, dan Karimunjawa. Saya ingin punya mobil yang dibeli dengan uang sendiri. Saya ingin punya i-Phone model terbaru, juga dibeli dengan uang sendiri. Saya ingin bisa bikin buku matematika sekolah. Saya ingin jadi tim inti di lembaga research pendidikan matematika. Saya ingin bikin rumah makan khusus ikan gurame di depan kolam gurame Bapak. Saya ingin bikin tempat les matematika sekolah untuk siswa SD dan SMP buat Ibuk.
Happy amazing birthday!
Subscribe to:
Posts (Atom)