Hai folks! Nggak terasa udah di penghujung tahun. Artinya, bau pempek, bau ikan asin dan bau matahari makin deket (baca: sebentar lagi pulang!). Bener-bener deh, saya udah kangeeen banget sama Ibu Bapak, sama semuanya di Indonesia.
Awal November lalu saya masih ngebayangin gimana jalannya seminar proposal tesis. Masih was-was, masih takut gimana ngadepin beberapa orang penting dari Indonesia. Terlebih lagi takut ketemu pak profesor dari kampus asal saya. Semua ketakutan ini disebabkan karena ngulang (sampe dua kali) oral exams di mata kuliah Geometry, serta nilai-nilai saya yang ngepas di beberapa mata kuliah. Nggak ada sama sekali yang bisa dibanggakan. T__T
Dan sekarang semuanya telah berlalu. Presentasi berjalan lancar (setelah sebelumnya rehearsal sampe empat kali di rumah), komen-komen bagus dan mendukung walopun ada banyak hal yang masih perlu direvisi. Sampe-sampe pak profesor mengakui kalo ide proposal tesis dan presentasi saya bagus. Rasanya cess pleng!
Lalu sekarang tibalah saatnya merevisi. Ternyata mengambil beberapa bagian lalu memasukkan beberapa hal baru sembari menge-fit-kan dengan hal-hal yang lama itu lebih ribet daripada nyusun ide awal.
Dan sekarang, disinilah saya, merevisi setengah bagian pertama tesis serapi-rapinya. Sembari mempersiapkan written test probability and statistics di hari Jumat tanggal 13 Januari 2012 nanti.
Mudah-mudahan semua mata kuliah di semester ini bisa saya lalui dengan baik. Lalu pulang dengan rasa senang dan beribu-ribu ilmu serta ide baru di kepala.
Miss you Indonesia!
Monday, December 26, 2011
Sunday, November 6, 2011
Nyepeda ke Piramida
Udah lama sejak terakhir kali ngepost ya. Belakangan saya emang lagi mesra-mesranya sama persiapan tesis. Membayangkan mau ujian proposal tesis di akhir bulan Desember nanti, tidur malem rasanya seperti dikejer-kejer hantu artikel dan buku yang nunggu giliran dibaca. Hantu buku terbang atau buku berjalan juga nggak kalah serem sama hantu cewe berambut panjang dan bermata hitam lebam yang sering muncul di film-film horor lho.
Udah sekitar 2 mingguan lebih, sejak temen baru di kosan yang baru di Utrecht ini bertambah. Namanya Mas Arif. Beliau ini adalah dokter spesialis jantung yang ambil fellowship selama kurang lebih enam bulan lamanya disini. Semenjak kedatangan Mas Arif, saya dan dua temen kos lainnya jadi tambah kompak dan mesra. Cailah.
Hari Sabtu kemaren, saya dan tiga pendekar sekosan, Eka, Mas Wisnu, dan Mas Arif, plus Mbak Putri nggowes ke Austerlitz, tepatnya ke objek wisata Pyramid yang ada disana. Ide nyepeda ke piramida ini bermula dari ajakan Mbak Putri yang kepengen jalan-jalan. Maklum, beliau ini habis berulang tahun tanggal 2 November kemaren. Sekalian memberikan kesan yang istimewa dong buat Mbak Putri di ulang tahun ke-24 di tahun ini.
Perjalanan dari rumah (Overvecht) ke tempat tujuan, di piramida, kurang lebih berjarak 18 kilometer. Kalo naek sepeda, kurang lebih satu jam perjalanan untuk sampe di tempat tujuan. Tapi, berhubung Mas Wisnu si penunjuk jalannya kehilangan arah, akhirnya kami berlima baru tiba di piramida setelah menempuh perjalanan selama 2 jam. Untung sampe, setelah nanya sana-sini di jalan. Kasian Mas Arif yang berbadan gede, bersusah payah menggowes sepedanya. Hehe.
Di perjalanan berangkat, kami melewati jalan yang sedang diperbaiki. Sepertinya jalan baru. Tapi karena kami udah terlanjur kecapean dan males memutar arah (takut nyasar lagi), kami memutuskan untuk menuntun sepeda di jalan berpasir yang sedang dibuat.
Sialnya, sesampainya di piramida, gerbangnya ditutup. Rupanya di bulan November sampe Maret, pyramid-nya cuman buka tiap hari Minggu! Waktu itu kami berkunjung di hari Sabtu. Fiuh, capede.
Karena nggak bisa naek pyramid, akhirnya kami berlima berfoto-foto ria dari jauh aja, sambil menikmati indahnya musim gugur.
Udah sekitar 2 mingguan lebih, sejak temen baru di kosan yang baru di Utrecht ini bertambah. Namanya Mas Arif. Beliau ini adalah dokter spesialis jantung yang ambil fellowship selama kurang lebih enam bulan lamanya disini. Semenjak kedatangan Mas Arif, saya dan dua temen kos lainnya jadi tambah kompak dan mesra. Cailah.
Hari Sabtu kemaren, saya dan tiga pendekar sekosan, Eka, Mas Wisnu, dan Mas Arif, plus Mbak Putri nggowes ke Austerlitz, tepatnya ke objek wisata Pyramid yang ada disana. Ide nyepeda ke piramida ini bermula dari ajakan Mbak Putri yang kepengen jalan-jalan. Maklum, beliau ini habis berulang tahun tanggal 2 November kemaren. Sekalian memberikan kesan yang istimewa dong buat Mbak Putri di ulang tahun ke-24 di tahun ini.
Perjalanan dari rumah (Overvecht) ke tempat tujuan, di piramida, kurang lebih berjarak 18 kilometer. Kalo naek sepeda, kurang lebih satu jam perjalanan untuk sampe di tempat tujuan. Tapi, berhubung Mas Wisnu si penunjuk jalannya kehilangan arah, akhirnya kami berlima baru tiba di piramida setelah menempuh perjalanan selama 2 jam. Untung sampe, setelah nanya sana-sini di jalan. Kasian Mas Arif yang berbadan gede, bersusah payah menggowes sepedanya. Hehe.
Di perjalanan berangkat, kami melewati jalan yang sedang diperbaiki. Sepertinya jalan baru. Tapi karena kami udah terlanjur kecapean dan males memutar arah (takut nyasar lagi), kami memutuskan untuk menuntun sepeda di jalan berpasir yang sedang dibuat.
| Eka dan Mas Arif |
Sialnya, sesampainya di piramida, gerbangnya ditutup. Rupanya di bulan November sampe Maret, pyramid-nya cuman buka tiap hari Minggu! Waktu itu kami berkunjung di hari Sabtu. Fiuh, capede.
Karena nggak bisa naek pyramid, akhirnya kami berlima berfoto-foto ria dari jauh aja, sambil menikmati indahnya musim gugur.
| Mbak Putri, Septy, Mas Arif, Mas Wisnu, Eka |
| Camera dan cameraman-nya emang yahud! Salute buat Mas Wisnu dah! |
Subscribe to:
Posts (Atom)