Berapa lamapun kita berdiam diri, jangan pernah lupa bahwa waktu tidak akan pernah berhenti.
Kali ini saya ingin sedikit menggalau. Mengingat blog ini bukan blog yang populer-populer amat, yang nggak banyak diminati para stalker yang mampir untuk sekedar duduk sore-sore 'leyeh-leyeh' sambil baca postingan-postingan disini, saya pengen kembali menggunakan blog ini sebagai ruang penyimpanan (yang kurang aman tentunya). Eh apa saya ganti alamat blog lagi yak? Geez.
Dari kalimat pertama belum terlihat galaunya ya. Judulnya juga terkesan ambiguous. Yang ingin saya katakan adalah, Anda boleh merasa nyaman dengan kondisi saat ini, tidak ingin buru-buru berpindah, ingin tinggal lebih lama. Namun Anda harus segera menyadari bahwa orang-orang di sekitar Anda mungkin tidak akan tinggal diam, mereka tidak berhenti. Hingga mungkin Anda akan terjaga beberapa saat setelah Anda menemukan bahwa Anda telah jauh tertinggal. #ehApasih
Gimana sih ngomongnya, biar terdengar puitis, elegan, namun makjleb maknanya.
Sunday, August 7, 2011
Saturday, August 6, 2011
Marhaban Yaa Ramadhan
Hey folks, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tahun ini. Semoga semua amalan baik yang telah dikerjakan di bulan ini mendapatkan poin yang berlipat dari Sang Pemilik Semesta. Semoga dimaafkan dan disucikan kembali segala kesalahan dan keburukan yang telah diperbuat selama ini. Serta semoga menjadi penghuni semesta yang senantiasa berbuat kebaikan ke depannya. Amin.
Bulan Ramadhan kali ini berbeda dari biasanya. Nggak ada pasar kaget yang biasa menjual makanan-makanan untuk berbuka. Nggak terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dulu biasa terdengar dari segala penjuru masjid terdekat. Nggak ada suara sirine tanda waktu berbuka dan imsak tiba. Serta masih banyak ditemui orang-orang yang makan dan minum dengan cueknya di pinggiran jalan.
Ya, Ramadhan yang hanya terasa Ramadhan jika di dalam rumah. Masih untung saya tinggal bersama temen-temen sesama Muslim yang tiap harinya juga disibukkan dengan mempersiapkan makanan untuk berbuka, sahur, serta melaksanakan sholat tarawih bersama. Yep, bagaimanapun situasinya, tetep semangat menyambut Ramadhan, teman! Cheers.
Bulan Ramadhan kali ini berbeda dari biasanya. Nggak ada pasar kaget yang biasa menjual makanan-makanan untuk berbuka. Nggak terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dulu biasa terdengar dari segala penjuru masjid terdekat. Nggak ada suara sirine tanda waktu berbuka dan imsak tiba. Serta masih banyak ditemui orang-orang yang makan dan minum dengan cueknya di pinggiran jalan.
Ya, Ramadhan yang hanya terasa Ramadhan jika di dalam rumah. Masih untung saya tinggal bersama temen-temen sesama Muslim yang tiap harinya juga disibukkan dengan mempersiapkan makanan untuk berbuka, sahur, serta melaksanakan sholat tarawih bersama. Yep, bagaimanapun situasinya, tetep semangat menyambut Ramadhan, teman! Cheers.
Subscribe to:
Posts (Atom)
