Monday, July 4, 2011

Dek Bryan Mau Kuliah

Masi inget dong sama Bryan, adek saya satu-satunya yang ngaku-ngaku paling ganteng sedunia. Tahun ini dek Bryan lulus SMA. Lalu seperti siswa-siswa kebanyakan, dia juga ikut tes masuk perguruan tinggi.


Wah, saya nggak bisa menyaksikan langsung momen-momen kebahagiaan itu. Lulus, lalu masuk kuliah.

Cita-cita dek Bryan emang nggak muluk-muluk kok. Jadi orang sukses aja (wah, jadi sukses sih muluk banget kayaknya yak). Seringkali dia 'diiming-imingi' Bapak untuk menekuni bidang perikanan. Lalu dia dengan mudah tergoda. Beberapa kali saya juga pernah bercerita lebay tentang enaknya belajar di luar negeri. Lalu dia juga dengan mudah terpesona. Mungkin sadar kemampuan, mungkin juga males mikir susah buat ke depan, akhirnya dek Bryan memutuskan untuk menerima program studi yang jadi pilihan ketiganya di tes masuk perguruan tinggi.

Dek Bryan ambil program IPC, milih 2 jurusan IPS dan 1 jurusan IPA. Pilihannya yang pertama adalah pendidikan bahasa Inggris (karena tergoda belajar ke luar negeri), kedua budidaya perikanan (tergoda bidang perikanan), dan ketiga pendidikan PKn (menurut dia nggak susah). Setelah pengumuman (seperti yang sudah saya bilang tadi) dek Bryan lulus di PPKn!

Sebenernya masih ada kesempatan untuk bisa diterima di pilihannya yang pertama dengan mengikuti tes masuk program ekstensi. Tapi dek Bryan tetep milih PPKn, yang pasti-pasti aja (pasti lulus) dan nggak susah lulusnya nanti (gitu katanya). Wah, sayang banget ya. Kalo menurut saya sih, PPKn itu malah lebih susah. Saya ngebayangin nanti ada beberapa tumpuk kitab-kitab hukum pidana, perdata, dan sebagainya dan sebagainya. Ngapalin isi undang-undang-yang-nggak-banget-buat-saya.

Mengingat-ingat dulu waktu belajar bareng di meja makan, Dek Bryan luas banget pemahaman tentang sejarahnya. Tanyain deh, seluk beluk kerajaan Hindu pertama di Indonesia, silsilah keluarganya, lalu hubungannya dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia. Lalu tentang cerita di balik perjuangan Indonesia untuk merdeka. Siapa itu laksamana Jepang yang membantu Indonesia merdeka. Lalu baru-baru ini, waktu saya main-main ke Antwerp Belgia, saya kirim SMS ke Dek Bryan, ngasi tau kalo saya lagi di depan rumahnya Franklin D. Roosevelt (soalnya bangunan di depan saya waktu itu dikasi nama Franklin D. Roosevelt, yang saya kira kediaman tetap beliau itu), lalu saya malah dibego-begoin, soalnya beliau itu orang Amerika #nutupinmukapakesarung

Ah, dek Bryan yang mau kuliah, saya yang ribut. Saya masi belum rela aja temans. Ya, saya tau, dia sendiri yang memutuskan untuk kuliah disana. Dia sendiri juga yang mau menjalani. Dia sendiri yang punya rencana ke depan nanti. Lalu saya bisa apa?

Ah, semoga sukses, semoga diberikan kemudahan dalam kuliah dan dalam berkarir nanti. Semangat!

Cerita di Balik Menulis Critical Analysis

Sebagai mahasiswa keren, saya harus bisa menganalisis secara kritis dong. Walaupun analisisnya masih untuk konsumsi kalangan sendiri dan sebatas untuk memenuhi tugas akhir di tiap-tiap mata kuliah, beberapa kali terlintas dalam benak saya bahwa menganalisis secara kritis itu susah #nangisdarah

Seperti kali ini, tugas akhir salah satu mata kuliah yang judulnya Research Method, saya diminta menganalisis salah satu research yang ditulis oleh researcher kondang. Analisis serampangan (baca: ala kadarnya) sih lumayan lebih mudah dibandingkan analisis kritis. Jujur, saya mah bener-bener jauh dari kritis. Abis papasan sama orang yang dikenal, ngobrol basa-basi sebentar, lalu beberapa menit kemudian ditanya sama temen lain apa warna baju orang yang barusan saya ajak ngobrol, kemungkinan besar saya lupa temans. Hihihi.

Bikin separagraf critical analysis itu susyahnya minta ampyun. Didampingi oleh segelas susu dingin, beberapa potong lumpia, dan beberapa muffin. Bisa-bisa makanannya doang yang kelar, sementara tulisan nggak kelar-kelar.

Kalo udah bosen, beginilah kerjaan saya di sela-sela menulis kritikal analisis. Ngabur ke blog. Dengerin lagu-lagu di youtube. Atau buka-buka foto temen-temen di facebook.

Biar runaway dari analisis kritis saya nggak sia-sia, saya suguhin deh, satu lagu dari youtube, judulnya Suddenly, aslinya dinyanyikan sama Kim Byo Kyung, yang mana merupakan OST K-drama City Hunter (teteup).


Selamat mendengarkan.